Banyak Kendala, Migrasi Siaran Televisi Analog ke Digital Diminta Diperpanjang

Heri Purnomo ยท Kamis, 23 Juni 2022 - 16:52:00 WIB
Banyak Kendala, Migrasi Siaran Televisi Analog ke Digital Diminta Diperpanjang
Rapat dengar pendapat digitalisasi penyiaran di Komisi I DPR, di Jakarta, Kamis (23/6/2022). (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Penyelenggara televisi swasta nasional meminta program migrasi siaran televisi analog ke digital (Analog Switch Off/ ASO) diperpanjang

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan program ASO rampung pada 2 November 2022. Namun penyelenggara lembaga penyiaran swasta mengatakan ada banyak kendala di lapangan, sehingga perlu perpanjangan waktu karena tak mungkin rampung tahun ini. 

Hal tersebut disampaikan pimpinan penyelenggara televisi swasta nasional, dalam rapat dengar pendapat (RDP) digitalisasi penyiaran di Komisi I DPR, di Jakarta, Kamis (23/6/2022). 

Dalam RDP tersebut, Komisi I DPR mengundang lima lembaga penyiaran swasta nasional diantaranya Media Group, SCM Group, MNC Group, Transmedia Group serta Viva Group.
 
Direktur Corporate Secretary MNC Group, Syafril Nasution, mengatakan kendala lapangan berupa ketersediaan data lapangan rumah tangga penduduk miskin selaku penerima layanan ini masih tidak sesuai. 

Di sisi lain, lanjutnya, dampak pandemi Covid-19 juga memberikan efek yang besar terhadap investasi yang harus dilakukan penyelenggara lembaga penyiaran untuk migrasi ke digital.

“Permasalahan utama kita saat ini masih ada beban yang berat disaat kita harus melaksanakan ASO ini, dunia terkena dampak pamdemi Covid-19, disaat itu penerimaan penghasilan sangat drastis (turun) dari TV, sehingga kami merasakan kesulitan dalam hal investasi,” ujar Syafril Nasution. 

Dia mencontohkan, terkait dengan program ASO, MNC Group harus membangun infrastruktur di 21 provinsi atau 49 wilayah layanan multipleksing (MUX) serta harus menyediakan set box tv digital.

“Namun kendala-kendala lapangan masih memberikan hambatan. Sehingga kami usulkan supaya migrasi ASO ini bisa diperpanjang,” ungkap Syafriel. 

Sementara Direktur Viva Media, Neil R Tobing, mengatakan masih dibutuhkan sosialisasi migrasi dari televisi analog ke digital. Menurut dia, program nasional ini harus menjangkau setiap lapisan masyarakat, terutama masyarakat rumah tangga miskin. 

“Karena perangkat migrasi ini targetnya ke RTM sehibgga datanya harus sesuai dengan data lapangan,” ujar Neil. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: