Baru Diresmikan Menteri BUMN, Subholding Perkapalan Milik Pertamina Siapkan Lima Aksi Korporasi

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 05 Mei 2021 - 22:03:00 WIB
Baru Diresmikan Menteri BUMN, Subholding Perkapalan Milik Pertamina Siapkan Lima Aksi Korporasi
Menteri BUMN, Erick Thohir, saat mengunjungi kapal VLCC Pertamina Pride, di Teluk Semangka, Lampung, pada April 2021.

JAKARTA, iNews.id - Subholding Perkapalan milik PT Pertamina (Persero) atau PT Pertamina Shipping International (PIS) yang baru diresmikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, telah menyiapkan lima aksi korporasi yang akan dimulai tahun ini. 

Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, lima aksi korporasi telah dipersiapkan PIS, dan siap dilakukan secara bertahap pascaperesmian oleh Menteri BUMN. 

Aksi korporasi pertama yang akan dilakukan pada 2021, yaitu PT PIS akan membeli Kapal Aquarius atau kapal LNG. Pembelian tersebut menambah daftar 750 kapal yang dimiliki pertamina saat ini. 

"Rencananya, LNG akan digunakan untuk mendukung supply gas ke Kilang Cilacap pemilik Pertamina dan memasok gas sebagai konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero)," kata Nicke, di Jakarta, Rabu (5/5/2021). 

Kedua, PT PIS akan melakukan investasi untuk mendukung pembangunan kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), pada 2022. Kapal FSRU memiliki kapasitas kargo penyimpanan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar 170.150 m3 dengan kapasitas unit regasifikasi 300 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Kapal FSRU ini nantinya akan terintegrasi dengan pembangkit listrik bertenaga gas dengan turbin ganda atau Combined Cycle Gas Turbin (CCGT) berkapasitas 1.760 MW.

"Kami juga akan meningkatkan value PIS dengan masuknya PIS ke pasar gas. Dengan 17.000pulau dan program net zero emission di 2030, gasifikasi menjadi sangat penting," ujar Nicke. 

Ketiga, PT PIS akan menggandeng sejumlah mitra strategis untuk memperluas pasar perusahaan baik regional dan internasional. Sebab, saat ini masih banyak perusahaan yang hanya fokus di regional. 

Keempat, PT PIS akan mengintegrasikan lima terminal seperti Terminal Pulau Sambu, Uban, Tanjung Sekong, Kotabaru, hingg Bau-Bau. Penyatuan terminal tersebut diyakini mampu mendorong kinerja perseroan ke market Asean. 

Kelima, PT PIS akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2021. Aksi ini dibeberkan Menteri BUMN, Erick Thohir. Meski begitu, Menteri BUMN enggan membeberkan waktu pasti IPO. 

"Insyaallah tahun ini. Tapi kalau bulannya kapan, belum tahu," kata Erick Thohir. 

Dalam proses pencatatan saham BUMN di pasar modal tersebut, Kementerian BUMN terlebih dahulu melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak terkait. 

Pemegang saham juga menilai peresmian PIS menjadi langkah awal bagi PIS untuk terus memperkuat posisinya di industri energi dari sisi marine dan logistik.

Editor : Jeanny Aipassa