Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Mobil BAIC Ini Diskon hingga Rp70 Juta, Tipe Apa Saja? 
Advertisement . Scroll to see content

Baru RI yang Produksi, Ubin Keramik Ukuran Ini Digemari Pasar Ekspor

Kamis, 17 Juni 2021 - 17:55:00 WIB
Baru RI yang Produksi, Ubin Keramik Ukuran Ini Digemari Pasar Ekspor
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian menyatakan ubin keramik Indonesia menembus pasar dunia, seperti Asia, Australia hingga Amerika Serikat (AS). Bahkan, ada produk ubin keramik Indonesia yang diminati pasar ekspor. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, ada produk ubin atau porcelain slab ukuran tertentu yang hanya diproduksi di Indonesia. Namun, produk tersebut sangat diminati pasar ekspor. 

"Perlu digarisbawahi bahwa khusus untuk produk ubin atau porcelain slab ukuran 3,2 meter x 1,6 meter baru Indonesia yang mampu memproduksi di dunia dan telah diekspor ke China, Australia, serta Amerika Serikat,” kata di di Jakarta, Kamis (17/6/2021). 

Menurut Agus, meski dihantam badai pandemi Covid-19, ekspor ubin keramik meningkat sebesar 17 persen pada 2020 dibandingkan 2019 (year on year). 

“Memperhatikan demand dalam negeri dan pangsa pasar ekspor yang telah mulai meningkat, beberapa produsen keramik nasional telah melakukan ekspansi atau perluasan, dan mengundang ketertarikan beberapa investasi baru,” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui business matching diharapkan terjadi link and match antara produsen dalam negeri dan asosiasi pengguna. Dengan begitu, bisa menekan impor produk keramik. 

“Persoalan impor akan terselesaikan apabila dibarengi dengan upaya mengoptimalkan pasar dalam negeri oleh produk-produk industri dalam negeri sendiri, baik itu pembelian untuk penggunaan secara individu maupun korporasi atau keproyekan,” tuturnya.

Menperin menyebut, produk keramik nasional masuk dalam kategori TKDN wajib yang mempunyai nilai TKDN lebih besar dari 40 persen. Karena itu, guna mendukung industri keramik nasional diperlukan komitmen kuat untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri melalui pengoptimalan belanja pemerintah, khususnya dalam pembangunan fisik infrastruktur yang menggunakan APBN dan APBD oleh institusi atau lembaga negara dan pemerintah daerah. 

“Saya juga mendorong para pelaku usaha menggunakan keramik produksi dalam negeri pada proyek-proyek swasta sebagai bentuk kebanggaan dan kecintaan akan produk dalam negeri,” ucapnya.
 
Dia  optimistis, upaya link and match akan semakin menumbuhkan industri keramik nasional. Pasalnya, sub sektor industri tersebut memiliki comparative advantage atau keunggulan komparatif melalui ketersediaan bahan baku yang melimpah, serta didukung dengan kemudahan iklim berusaha Pemerintah melalui UU 11/2020 tentang Cipta Kerja. 

“Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkembangkan industri substitusi impor (import-substituting industrialization) yang menghasilkan nilai tambah tinggi, memperkuat rantai pasok, memperdalam struktur industri berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan,” ujar Agus.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut