Baru Terserap 80.000 Ton, Produsen Tempe Tahu Dorong Realisasi Subsidi Kedelai Dioptimalkan
JAKARTA, iNews.id - Produsen tempe tahu meminta realisasi subsidi kedelai dapat dioptimalkan. Sebab, sampai saat ini bantuan subsidi yang digelontorkan Kementerian Perdagangan belum berpengaruh siginifikan hingga masih banyak produsen yang merintih hingga tutup pabrik.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan, pemerintah sebelumnya menjanjikan subsidi kedelai selama empat bulan dengan total 800.000 ton, dengan perhitungan tiap bulannya menyerap 200.000 ton. Namun, realita di lapangan penyerapan baru terealisasi sebanyak 80.000 ton per bulan.
"Jadi, hanya 80.000 ton selama empat bulan. Kami rasa belum memberikan pengaruh yang signifikan," ujar Aip saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (12/10/2022).
Aip menambahkan, belum optimalnya penyerapan subsidi kedelai ini karena tersendat di Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM). Padahal, kementerian ini berhubungan langsung dengan para produsen tahu tempe.
"Masih terhambat sampai sekarang ternyata rekomendasi dari Kementerian Koperasi belum terbit juga. Padahal, Kementerian Koperasi itu bapak kita karena kita ini kan koperasi. Kalau Menteri BUMN sudah oke, Bappenas sudah, Menteri Perdagangan sudah, kok Menteri Koperasinya yang belum. Saya heran," kata dia.
Menurutnya, karena belum optimalnya penyerapan subsidi kedelai sampai ke tangan produsen, para produsen hampir melakukan aksi mogok produksi.
"Tadinya, temen-temen hampir mau mogok produksi. Tapi ternyata Menteri Perdagangan sudah memberikan izin perpanjangan subsidi. Sehingga diharapkan Oktober ini sudah bisa mulai lagi subsidinya," ucap Aip.
Seperti diketahui, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebelumnya menegaskan, pihaknya akan melanjutkan program bantuan pembelian selisih harga kedelai di tingkat perajin tahu tempe hingga akhir 2022. Harapannya para perajin tahu tempe dapat terus berproduksi sehingga kebutuhan protein nabati masyarakat dapat terpenuhi.
Hal ini ditegaskan Zulhas saat melakukan pertemuan dengan perajin tahu tempe di Kantor Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Jumat (30/9/2022).
"Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program bantuan selisih harga pembelian bahan baku kedelai untuk perajin tahu tempe sebesar Rp1.000/kg sampai akhir Desember 2022. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kedelai di tingkat perajin yang mengalami kenaikan," ucap Zulhas.
Editor: Aditya Pratama