BI: Transaksi Mata Uang Lokal dengan 3 Negara hingga Juli Tembus 1,2 Miliar Dolar AS

Aditya Pratama ยท Rabu, 08 September 2021 - 19:51:00 WIB
BI: Transaksi Mata Uang Lokal dengan 3 Negara hingga Juli Tembus 1,2 Miliar Dolar AS
BI: Transaksi mata uang lokal dengan 3 negara hingga Juli tembus 1,2 miliar dolar AS

JAKARTA, iNews.id - Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia (BI) Rahmatullah Sjamsudin mengungkapkan, nilai transaksi penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) dengan tiga negara sejak Januari-Juli 2021 mencapai 1,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

"Itu nilai transaksi LCS dengan Thailand, Malaysia, dan Jepang, dengan rata-rata per bulannya 177 juta dolar AS," kata Rahmatullah dalam taklimat media secara daring di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (8/9/2021).

Untuk yen Jepang, dia mengungkapkan, transaksi LCS cukup signifikan tahun ini, yakni mencapai 190 juta dolar AS selama periode yang sama. Adapun transaksi LCS Indonesia saat ini sudah dilakukan dengan empat negara, yakni Thailand, Malaysia, Jepang, dan China yang baru dilakukan pada Agustus 2021 lalu.

Menurut Rahmatullah, transaksi pertama LCS dilakukan pada 2018 dengan Thailand dan Malaysia dengan nilai rata-rata per bulan 31,7 juta dolar AS, sehingga totalnya 350 juta dolar AS untuk keseluruhan tahun.

Kemudian pada 2019, transaksi LCS juga masih dilakukan dengan Thailand dan Malaysia dengan total 760 juta dolar AS atau rata-rata 63,3 juta dolar AS per bulan.

Selanjutnya pada 2020, transaksi LCS kian meningkat dan dilakukan bersama tiga negara, yakni Thailand, Malaysia, dan Jepang dengan rata-rata 72,2 juta per bulan atau totalnya 800 juta dolar AS.

"Jadi transaksinya ada yang menggunakan rupiah, ringgit, baht, dan yen. Tetapi supaya gampang penghitungan totalnya diekuivalenkan dengan dolar AS," ujarnya.

Rahmatullah berpendapat peningkatan transaksi LCS merupakan tren yang baik karena memberikan banyak keuntungan, kemudahan, dan keefisienan bagi kedua belah negara dalam perdagangan hingga investasi.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: