Bioskop di China Buka Kembali 20 Juli, Penonton Dibatasi Hanya 30 Persen

Djairan · Jumat, 17 Juli 2020 - 21:20:00 WIB
Bioskop di China Buka Kembali 20 Juli, Penonton Dibatasi Hanya 30 Persen
Pemerintah China akan mengizinkan sebagian besar bioskop untuk dibuka kembali mulai Senin (20/7/2020). (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China akan mengizinkan sebagian besar bioskop untuk dibuka kembali mulai Senin (20/7/2020). Pembukaan ini setelah enam bulan terpaksa ditutup akibat dampak pandemi Covid-19.

Namun, bioskop yang dibuka kembali harus membatasi jumlah penonton maksimal 30 persen dari kapasitas normal. Pengelola juga harus membuat kursi kosong di antara pengunjung, dan tiket yang harus dipesan di muka, serta tak lagi ada makanan dan minuman yang boleh dibawa masuk.

"Ini adalah berita terbaru untuk industri perfilman, saya yakin orang-orang akan senang dengan keputusan ini. Industri ini sedang dalam kondisi putus asa, karena biaya operasional dan sewa yang tinggi selama penutupan,” ujar Gao Jun, mantan manajer umum Xinying Lian Cinema Chain yang bermarkas di Beijing, dilansir Reuters Jumat (17/7/2020).

Pihak Administrasi Film China mengatakan, bioskop di daerah-daerah yang masih berisiko rendah akan dibuka dengan pertunjukan film yang terbatas, serta aturan wajib memakai masker pelindung bagi penonton. Berbeda dengan wilayah dengan risiko penyebaran virus menengah dan tinggi, bioskop akan tetap tutup.

Relaksasi atas beban keuangan telah lama ditunggu oleh pasar film terbesar kedua di dunia itu. Dibukanya kembali bioskop Senin depan telah memberi angin segar, seiring pembatasan wilayah yang telah berkurang secara bertahap. Juga banyak restoran dan mal yang kembali dibuka setelah ditutup berbulan-bulan.

Pemilik bioskop terbesar di China Wanda Film yang mengelola lebih dari 600 bioskop di seluruh negeri tengah menyusun persiapan untuk menyambut penonton. Pekan lalu, pihaknya memperkirakan kerugian bersih di semester pertama 2020 hingga 1,6 miliar yuan (Rp3,4 triliun).

Sejak akhir Januari 2020, teater terpaksa ditutup ketika China berusaha memerangi Covid-19 yang muncul di pusat kota Wuhan akhir tahun 2019, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia yang menyebabkan 14 juta infeksi dan 583.000 kematian.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda