Bioskop Dibuka 14 September, Masuk Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi
JAKARTA, iNews.id - Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syarifuddin mengatakan, bioskop dalam waktu dekat akan kembali dibuka. Rencananya akan dibuka pada 14 September 2021 mendatang.
Namun ada beberapa yang perlu dimatangkan terkait syarat operasional yang diberikan pemerintah. Selain sterilisasi ruangan, dan penerapan protokol kesehatan, syarat mutlak lainnya adalah menerapkan screening calon pengunjung dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memasuki area bioskop.
Djonny menuturkan, kesiapan pembukaan bioskop saat ini sudah mencapai 75 persen. Hanya saja mekanisme pelaksanaan aplikasi PeduliLindungi sedang dimatangkan.
"Belum kita nyatakan 100 persen, tapi masih 75 persen, terutama penerapan aplikasi PeduliLindungi harus dimatangkan benar. Itu faktor yang penting untuk masuk bioskop," kata Djonny kepada MNC Portal Indonesia.
Surati Menko Luhut, Gabungan Pengusaha Bioskop Minta Diizinkan Beroperasi Minimal 60 Persen
Lebih lanjut dia menjelaskan, membuka kembali bioskop yang sempat ditutup di tengah pandemi Covid-19 memerlukan waktu.
"Kalau membuka bioskop itu tidak bisa dadakan. Kalau misalnya hari ini buka, ya belum bisa jalan, harus menunggu lima hari. Kendalanya itu ruangan kita kan harus distrelisasi lagi, belum lagi nanti ada QR Code dari PeduliLindungi," ucapnya.
PPKM Level 2, Pengelola Bioskop di Semarang Mulai Ajukan Izin Operasional
Di samping itu, perlu dilakukan sedikit perbaikan, penerapan protokol kesehatan yang ketat demi memberi kenyamanan kepada para pengunjung. Selain itu, Djonny menambahkan, pemerintah tidak akan segan menutup kembali bioskop jika ditemukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan. Terkait kapasitas, pemerintah mengizinkan mencapai 50 persen dari jumlah kapasitas satu studio.
"Kapasitas ita 50 persen karena kalau 25 persen, pemilik film tidak mau masuk film, kita mau cari film dari mana?" kata dia.
GPBSI saat ini juga masih menunggu aturan terbaru terkait perizinan operasional bioskop dari pemerintah.
Editor: Jujuk Ernawati