Bisnis Minuman Goola Milik Anak Jokowi Dapat Suntikan Modal Rp71 Miliar

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 22 Agustus 2019 - 20:20 WIB
Bisnis Minuman Goola Milik Anak Jokowi Dapat Suntikan Modal Rp71 Miliar

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menunjukkan minuman dengan merek Goola yang diproduksinya. (Foto: Okezone).

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan rintisan (startup) milik anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mendapatkan suntikan dana senilai USD5 juta atau setara Rp71 miliar. Pendanaan berasal dari modal ventura Alpha JWC Ventures.

Goola, startup bidang kuliner dikembangkan Gibran bersama rekannya, Kevin Susanto pada 2018. Goola memproduksi minuman tradisional Indonesia.

Mengapa Alpha JWC Ventures menyuntikkan modal ke Goola? Managing Partner Alpha JWC Ventures, Jefrey Joe mengaku melihat potensi besar dan kesuksesan awal Goola.

”Dengan pengalaman dan keahlian kami, kami yakin Alpha JWC Ventures akan menjadi rekan yang tepat bagi misi besar dan rencana ekspansi Goola," kata Joe, dikutip Kamis (22/8/2019).

Goola mengemas minuman tradisional manis tanpa meninggalkan ciri khas zaman dulu , misalnya, menggunakan pacar cina untuk menggantikan bubble tea dan santan sebagai ganti cheese foam.

Menurut Gibran, Goola telah diterima baik oleh pelanggan. Goola tidak hanya mengikuti tren konsumsi minuman manis yang sedang naik daun.

”Jika minuman manis dari negara lain bisa populer, mengapa minuman lokal kita tidak bisa? Banyak (konsumen) yang bilang, minuman kami membawa kembali kenangan masa kecil mereka dan mengingatkan kembali pada tradisi yang sudah lama terlupa," kata Gibran.

Mengenai suntikan dana Rp71 miliar itu, putra sulung Jokowi ini akan menggunakannya untuk membuka 15 gerai lagi tahun ini. Pada 2020 Goola menargetkan punya 100 gerai.

Tidak hanya itu, berbekal dana investasi tersebut, Goola juga ingin berekspansi ke negara-negara lain di Asia Tenggara. Mengutip Antaranews, rencana itu akan direalisasikan tahun ini juga.

Kendati demikian, Goola tidak berencana menjadikan bisnis mereka sebagai waralaba (franchise). Salah satu alasan penolakan tersebut adalah demi menjaga kualitas produk.

Editor : Zen Teguh