BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026
Pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu dengan volume transaksi tumbuh 17 persen menjadi Rp6.039 triliun. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh nasabah ritel maupun korporasi.
Di sisi jaringan, implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program ini memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan sekaligus meningkatkan produktivitas jaringan dan potensi bisnis di daerah.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan kredit BNI hingga akhir Juni 2026 tumbuh 24,4 persen menjadi Rp968,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut berasal dari portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis, mulai korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer. Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko setiap debitur.
Penguatan kredit berjalan seiring struktur pendanaan yang tetap solid. Di tengah kompetisi likuiditas, dana murah atau CASA tumbuh 11,2 persen secara tahunan sehingga rasio CASA bertahan di level 65,4 persen.