BPK Sebut Jiwasraya Perlu Diselamatkan karena Berisiko Besar bagi Negara

Djairan ยท Senin, 29 Juni 2020 - 17:10 WIB
BPK Sebut Jiwasraya Perlu Diselamatkan karena Berisiko Besar bagi Negara

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna saat memberikan update soal kasus Jiwasraya di Kantor BPK, Jakarta, Senin (29/6/2020). (Foto: iNews.id/Djairan)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) perlu diselamatkan. Pembubaran BUMN asuransi tersebut akan sangat berisiko bagi negara.

Ketua BPK, Agung Firman Sampurna mengatakan, Jiwasraya memiliki sejarah panjang dalam industri asuransi di Indonesia. Dia menyebut, Jiwasraya seharusnya berkontribusi positif sepanjang dikelola dengan prinsip good corporate governance (GCG).

“Jelas kami tidak mungkin merekomendasikan menutup Jiwasraya ini. Itu risiko yang sangat besar secara keuangan negara, juga Jiwasraya ini kan bagian besar dari sejarah negara,” ujarnya di Jakarta, Senin, (29/6/2020).

Dia mengatakan, BPK tengah menginvestigasi kasus dugaan megakorupsi yang terjadi di Jiwasraya untuk tahun buku 2008-2018. Audit sampai saat ini baru menyentuh level pemerintahan, sehingga akan diperluas kepada pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Hingga saat ini, perkiraan kerugian negara akibat kasus Jiwasraya mencapai Rp16,8 triliun dan bisa berubah seiring proses audit. Agung menargetkan, seluruh proses audit bisa tuntas pada tahun ini meski sempat terkendala akibat pandemi Covid-19.

Selain menjadi beban bagi keuangan negara, kata Agung, penutupan Jiwasraya akan menjadi preseden buruk bagi industri jasa keuangan, khususnya asuransi. Oleh karena itu, dia berharap investigasi BPK akan berujung pada perbaikan di industri.

“Kami berharap dengan adanya audit ini, maka dapat memperbaiki sistem jaminan asuransi, agar dapat melindungi nasabah dari risiko kecurangan yang ada,” kata Agung.

Editor : Rahmat Fiansyah