BRI Raup Laba Bersih Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025, Kredit Naik 12,3 Persen
Namun, pertumbuhan kredit yang cukup pesat ini dibarengi dengan kenaikan rasio kredit bermasalah, di mana nonperforming loan (NPL) gross tercatat meningkat ke level 3,29 persen dan NPL net naik menjadi 0,96 persen.
Dari sisi penghimpunan likuiditas, BRI tetap mencatatkan kinerja solid dengan total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.466,84 triliun pada akhir tahun 2025, atau tumbuh sebesar 7,42 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1.365,45 triliun.
Pertumbuhan DPK ini didukung oleh giro yang naik signifikan sebesar 19,66 persen menjadi Rp448,20 triliun, serta tabungan yang meningkat 7,93 persen menjadi Rp587,58 triliun, sementara deposito tercatat mengalami penyesuaian dari Rp446,46 triliun menjadi Rp431,05 triliun.
Keberhasilan BRI dalam menghimpun dana murah juga tercermin dari komposisi CASA yang cukup mendominasi yakni mencapai 70,61 persen dari total dana pihak ketiga yang terkumpul sebesar Rp1.466,84 triliun.
Meski demikian, tingginya laju penyaluran kredit dibandingkan pertumbuhan dana simpanan berdampak pada pengetatan likuiditas perseroan. Hal tersebut ditunjukkan dengan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) yang kini berada di level 91,96 persen pada penutupan tahun 2025.
Editor: Aditya Pratama