Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BTN Siap Akuisisi Perusahaan Asuransi Tahun Ini
Advertisement . Scroll to see content

BTN Bukukan Laba Bersih Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Naik 16,4 Persen

Senin, 09 Februari 2026 - 19:38:00 WIB
BTN Bukukan Laba Bersih Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Naik 16,4 Persen
Paparan kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN di Jakarta, Senin (9/2/2026). (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini melonjak 16,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan laba yang signifikan ini sejalan dengan total aset perseroan yang kini mencapai Rp527,79 triliun, melampaui target awal tahun yang dipatok pada angka Rp500 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menuturkan, pencapaian ini adalah buah dari transformasi bisnis yang efisien dan disiplin.

“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini. Kinerja yang positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin,” ujar Nixon dalam paparan kinerja BTN di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kinerja laba BTN didorong oleh efisiensi beban bunga yang hanya naik 0,4 persen, sementara pendapatan bunga melonjak 23 persen menjadi Rp36,33 triliun. Kondisi ini membuat margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) BTN melesat ke level 4,2 persen, naik 133 basis poin dari tahun sebelumnya. 

Di sisi penyaluran kredit, BTN mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 11,9 persen menjadi Rp400,57 triliun. Sektor perumahan tetap menjadi mesin utama dengan kontribusi sebesar Rp328,4 triliun. 

Menariknya, produk baru pemerintah yakni Kredit Program Perumahan (KPP) yang baru meluncur Oktober 2025, langsung menyumbang Rp2,6 triliun.

“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut