BTN Bukukan Laba Bersih Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Naik 16,4 Persen
Di sisi penyaluran kredit, BTN mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 11,9 persen menjadi Rp400,57 triliun. Sektor perumahan tetap menjadi mesin utama dengan kontribusi sebesar Rp328,4 triliun.
Menariknya, produk baru pemerintah yakni Kredit Program Perumahan (KPP) yang baru meluncur Oktober 2025, langsung menyumbang Rp2,6 triliun.
“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi wirausaha yang membutuhkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha mereka,” katanya.
Kepercayaan nasabah tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,6 persen menjadi Rp437,39 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh meledaknya penggunaan superapp Bale by BTN yang usernya tumbuh 66,1 persen menjadi 3,7 juta pengguna. Nilai transaksi melalui aplikasi ini pun menembus angka Rp103,6 triliun.
Nixon menekankan, Bale bukan sekadar aplikasi perbankan, melainkan ekosistem solusi keuangan bagi keluarga.