Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Maskapai Baru Siap Mengudara di RI, Ada yang Khusus Layani Jemaah Haji dan Umrah
Advertisement . Scroll to see content

Bunga Dihapus, Utang Merpati Tinggal Rp6 Triliun

Rabu, 16 Oktober 2019 - 22:03:00 WIB
Bunga Dihapus, Utang Merpati Tinggal Rp6 Triliun
PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dalam catatan terakhir memiliki utang sebesar Rp6 triliun. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dalam catatan terakhir memiliki utang sebesar Rp6 triliun. Padahal sebelumnya mencapai Rp10,9 triliun di 2018.

Direktur Utama Merpati Airlines Asep Ekanugraha mengatakan, jumlah utang berkurang Rp4,4 triliun karena bunga utang perseroan dihapuskan. Pasalnya, pengadilan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) memutuskan penghapusan beberapa waktu lalu.

"Pengadilan PKPU berhasil menghapuskan bunga. Itu sendiri Rp4,4 triliun," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Bahkan angka tersebut masih bisa berkurang lagi lantaran belum termasuk penghitungan lainnya. "Itu belum menyentuh bisnis, belum menyentuh structuring komposisi saham pasca homologasi. Kalau episode itu tersentuh, Insya Allah buku (keuangan) Merpati makin baik lagi," ucapnya.

Oleh karenanya, pihaknya terus mencari cara untuk melunasi utang-utang perseroan. Hal ini agar Merpati bisa kembali mengudara seperti dulu. Salah satunya dengan bersinergi dengan 10 badan usaha milik negara (BUMN) lainnya untuk merestrukturisasi bisnis.

"Penyelesaian PKPU hanya akan berada dan berjalan saat Merpatinya terbang. PT Merpati Nusantara Airlines terbang," kata dia.

Pada 2018, Merpati dituntut oleh pengadilan atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Pasalnya, pengadilan memutuskan utang Merpati yang harus dibayarkan mencapai Rp10,9 triliun.

Utang tersebut terdiri dari tagihan utang prioritas Rp1,09 triliun, tagihan utang konkuren atau tanpa jaminan sebesar Rp5,99 triliun, dan tagihan beberapa pihak mencapai Rp3,87 triliun. Menurutnya, lebih dari 80 persen nilai utang itu berasal dari BUMN.

"Perjalanan itu juga 14 November 2018 kami capai homologasi, artinya merpati saat itu proposal yang diajukan dipercaya dan diberi kesempatan kreditor untuk jalankan bisnis sesuai yang diajukan. Yang nantinya akan mampu selesaikan kewajiban terhadap kreditur," tutur dia.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut