Bunga KPR Bakal Melonjak 0,25 Persen Imbas BI7DRR Naik 50 Basis Poin

Iqbal Dwi Purnama ยท Jumat, 23 September 2022 - 15:27:00 WIB
Bunga KPR Bakal Melonjak 0,25 Persen Imbas BI7DRR Naik 50 Basis Poin
Suku bunga KPR diperkirakan naik seiring kenaikan suku bunga acuan BI sebesar 50 bps. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bakal melonjak 0,25 persen akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin. 

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti (PSPI), Panangian Simanungkalit, mengatakan pengumuman BI yang menaikkan suku bunga acuan itu juga akan berimbas pada perbankan selaku penyalur kredit untuk menaikkan bunga pinjaman.

Sehingga menurutnya dampak pengumuman suku bunga acuan BI itu kemungkinan bakal membuat perbankan mengalami penyesuaian untuk bunga KPR (Kredit Perumahan Rakyat).

"Kenaikan bunga KPR mungkin 0,25 persen," ujar Panangian saat dihubungi MNC Portal, Jumat (23/9/2023).

Menurut dia, perbankan juga tidak mau mengambil risiko yang cukup besar dengan menaikkan bunga KPR yang tinggi, karena bakal berpengaruh terhadap respon pasar.

Sebab kenaikan bunga KPR ini bakal mempengaruhi penyaluran likuiditas perbankan khususnya disektor properti. Karena masyarakat bakal berfikir ulang atau menunda pembelian properti jika harus membayarkan bunga yang terlalu tinggi.

Selain itu sebelum adanya pengumuman suku bunga acuan BI, harga properti juga mengalami penyesuaian akibat adanya kenaikan harga material bahan bangunan dan ongkos energi. Solar yang menjadi bahan bakar untuk membawa material saja naik sekitar 32%, BBM bersubsidi lain seperti pertalite juga bersamaan menyusul keniakan sekitar 31 persen.

Sehingga menurut Panangian, menjadi cukup riskan untuk bisnis usaha perbankan maupun pengembang jika melakukan penyesuaian bunga yang tinggi untuk sektor properti.

"BI memberikan kebijakan atau signal kepada bank untuk sama-sama bertindak bijak, kalau (suku bunga) 0,5 persen diterima (bank), paling disampaikan kepada konsumen 0,25 persen, atau setengahnya," kata Panangian.

Direktur Eksekutif CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira menambahkan kenaikan bunga KPR akan berdampak pada lebih jauh pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena sektor properti menjadi semacam lokomotif yang menarik banyak sektor industri dibelakangnya. Bukan hanya membangun rumah, tetapi membutuhkan peralatan rumah tangga maupun hiasan rumah yang dihasilkan oleh UMKM di Indonesia.

"Sementara konsumen tidak semua siap jika bunga KPR untuk floating rate naiknya bisa 1-3% dari sebelum penyesuaian suku bunga acuan. Demand untuk segmen kelas menengah di sektor perumahan bisa terkoreksi, Alhasil banyak anak muda makin sulit menjangkau rumah," tutur Bhima.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda