Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apple Lagi-Lagi Kalah di Pengadilan Kasus Epic Games
Advertisement . Scroll to see content

CEO Muda Ini Tak Peduli Apple Jadi Perusahaan 1 Triliun Dolar AS

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 13:20:00 WIB
CEO Muda Ini Tak Peduli Apple Jadi Perusahaan 1 Triliun Dolar AS
CEO Gravity Payments, Dan Price. (Foto: Gravity Payment)
Advertisement . Scroll to see content

IDAHO, iNews.id – Perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Apple baru saja mencetak rekor karena nilai kapitalisasi pasarnya di Bursa New York yang mencapai satu triliun dolar AS atau Rp14.000 triliun.

Dalam akun Twitternya yang dikutip Sabtu (4/8/2018), CEO Gravity Payments, Dan Price mengaku tak terlalu peduli dengan capaian yang diraih oleh perusahaan pembuat iPhone itu.

“Saya tak peduli dengan satu triliun dolar AS. Saya lebih peduli dengan orang-orang yang memenuhi kebutuhannya untuk hidup,” kata Dan.

Nama Dan sempat menjadi perhatian publik saat dia memutuskan untuk memangkas gajinya sebagai CEO dan menaikkan gaji karyawannya minimal 70.000 dolar AS setahun. Jika dirupiahkan, maka penghasilan pegawai Gravity Payment setahun sekitar Rp980 juta atau Rp80 juta sebulan. Angka ini jauh di atas rata-rata gaji di AS.

Pria kelahiran Idaho yang berusia 34 tahun ini kerap mengkritik ketimpangan antara gaji CEO dan pegawai. Dia menyebut, pertumbuhan gaji yang diterima CEO jauh lebih tinggi dari pegawai biasa. Dia juga sering mengkritik CEO sekaligus Founder Amazon, Jeff Bezos karena dinilai hanya menumpuk kekayaan untuk dirinya sendiri. Gravity Payments dan Amazon saat ini sama-sama berlokasi di Seattle, AS.

“Tujuan utama bisnis seharusnya untuk kepentingan sosial. Ini seharusnya diterapkan sepenuh hati oleh semua orang,” kata bos perusahaan jasa keuangan khusus kartu kredit ini.

Meski jadi pembicaraan banyak orang, nilai kapitalisasi pasar Apple yang mencapai 1 triliun dolar AS juga tidak terlalu menarik perhatian CEO Apple, Tim Cook. Dia mengakui bahwa capaian ini cukup signifikan namun bukan parameter yang paling penting untuk mengukur kesuksesan.

"Meski kita sangat bangga dengan pencapaian ini, tapi ini bukan parameter yang paling penting untuk mengukur kesuksesan kita. Kondisi finansial yang baik hanyalah hasil dari inovasi yang dilakukan Apple, meletakkan produk dan pelanggan sebaga yang pertama, dan selalu mengamalkan nilai-nilai kita," kata Cook lewat memo kepada pegawainya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut