Cerita Mantan TKI yang Sukses Jadi Pengusaha Minimarket hingga Restoran di Hong Kong

Dinar Fitra Maghiszha · Minggu, 19 September 2021 - 18:00:00 WIB
Cerita Mantan TKI yang Sukses Jadi Pengusaha Minimarket hingga Restoran di Hong Kong
Wahyudi Chandra, mantan TKI yang sukses jadi pengusaha di Hong Kong. YouTube: Wahyudi Chandra

JAKARTA, iNews.id - Seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Wahyudi Chandra kini sukses jadi pengusaha di Hong Kong. Meski telah sukses, namun pengusaha ini tetap rendah hati. 

"Sukses bagi saya ingin membawa orang lain sukses. Itu nilai sukses, suksesnya relatif per orang. Tingginya langit, ada yang lebih tinggi lagi," kata dia, dikutip dari channel Youtube Mboke Memey, Minggu (19/9/2021). 

Dia menjadi TKI dengan meninggalkan Lombok ke Hong Kong pada tahun 1990-an. Dia merupakan sosok pekerja keras, yang melakoni pekerjaan apapun di sana, mulai dari pengantar koran hingga jualan kaset. Wahyudi mengaku terinspirasi dari sosok ayahnya yang tak pernah mengeluh dan membuatnya bangkit memperjuangkan hidup.

"Ayah saya tak pernah mengeluh di depan anaknya. Kalau diukur dari segi ekonomi, kami itu hidup pas-pasan dan hanya untuk sekadar makan. Ayah saya sudah dipanggil Tuhan, di situ saya menyadari, banyak pelajaran yang saya dapatkan dari ayah," ujarnya.

Usaha keras dan kesuksesannya banyak menginspirasi TKI lainnya. Itu karena Wahyudi menjadi salah satu TKI yang sukses membangun bisnis di luar negeri. Dia memiliki beberapa bisnis, mulai dari minimarket, restoran, hingga jasa remitansi.  

Namun dia pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya. Dia mengaku, pernah merasa membenci dirinya dan iri dengan orang kaya. 

"Di saat saya mengalami titik terindah, saya pernah membenci hidup saya. Saya pernah merasa minder, sehingga saya iri dengan orang-orang kaya. Di situ, saya mikir serius bagaimana caranya bisa berubah," ujarnya. 

Wahyudi menambahkan, inti dari hidup adalah ketika menghadapi tantangan, tidak boleh menyerah. Ini juga yang dia terapkan ketika mengalami tantangan saat lockdown.  

"Di sini, saya belajar dari pengalaman hidup ketika lockdown, saya sudah panggil semua karyawan terkait usaha yang sulit akibat lockdown. Tapi, saya selalu tekankan tidak boleh menyerah, usaha saya tetap berjalan sekarang, meski omzet sempat menurun. Saya sampai sekarang beranggapan usaha saya masih untung, belum rugi," tutur Chandra.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: