Chevron Rugi Rp121 Triliun, Terbesar dalam 30 Tahun

Djairan ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 08:55 WIB
Chevron Rugi Rp121 Triliun, Terbesar dalam 30 Tahun

Perusahaan energi AS, Chevron Corp melaporkan kerugian 8,27 miliar dolar AS, setara Rp121 triliun pada kuartal II-2020.. (Foto: ilustrasi/AFP)

SAN RAMON, iNews.id - Perusahaan energi AS, Chevron Corp melaporkan kerugian 8,27 miliar dolar AS, setara Rp121 triliun pada kuartal II-2020. Kerugian itu disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8/2020), kerugian tersebut merupakan yang terbesar dalam tiga dekade terakhir yang dialami perusahaan yang berbasis di San Ramon itu.

Anjloknya harga minyak dunia membuat nilai aset migas Chevron menguap 5,6 miliar dolar AS. Penurunan nilai aset tersebut juga terjadi pada kompetitor seperti Total, Royal Dutch Shell, Eni, dan BP.

Selain itu, penghapusbukuan aset yang tinggi tersebut mengindikasikan rendahnya permintaan minyak akibat pandemi Covid-19. Resesi yang terjadi di AS diperkirakan menekan harga minyak dalam beberapa tahun ke depan.

"Perlu waktu bertahun-tahun untuk pulih dan harga produk kami sangat terkait dengan aktivitas ekonomi," kata Chief Financial Officer, Pierre Breber.

Penurunan aset, kata Breber, sudah termasuk aset Chevron di Venezuela yang diminta ditutup oleh pemerintah AS. Nilai aset yang dihapus di negara tersebut mencapai 2,6 miliar dolar AS.

Chevron awalnya menolak perintah Presiden AS Donald Trump untuk hengkang dari Venezuela akibat perseteruan politik antara Washington dan Caracas. Di tengah gejolak, bisnis migas Chevron yang menggandeng BUMN setempat, PDVSA cukup stabil sejak 1920.

Namun, Trump memberikan tenggat waktu kepada Chevron menghentikan bisnis pada Desember 2020 di tengah upaya AS menggulingkan presiden terpilih Venezuela, Nicolas Maduro. Hal tersebut memaksa Chevron menutup asetnya.

Selain penghapusbukuan, kerugian Chevron disebabkan pembayaran uang pesangon yang mencapai 1 miliar dolar AS. Dana itu digunakan untuk membayar 45.000 pekerja yang terdampak PHK.

Editor : Rahmat Fiansyah