China Benar-Benar Blokir Batu Bara dari Australia, Ini Buktinya
NEWCASTLE, iNews.id - Isu China memblokir impor batu bara termal dari Australia bukan isapan jempol. Meski diblokade secara tak resmi, volume ekspor batu bara Australia ke China anjlok.
Dikutip dari ABC News, Jumat (11/12/2020), pelabuhan batu bara terbesar dan tersibuk di Australia, Newcastle mencatat adanya penurunan tajam pada ekspor batu bara. Padahal, porsi ekspor batu bara dari pelabuhan tersebut mencapai 20 persen.
Dari kapal yang bersandar di pelabuhan Newcastle saat ini tidak ada yang mengirimkan batu bara ke China. Namun, ada lebih dari 100 kapal yang dijadwalkan berangkat ke Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.
Abhinav Gupta, Analis Braemar ACM Shipbroking mengatakan, penelurusan data kargo pada kuartal IV-2020 menunjukkan adanya penurunan tajam.
China Naikkan Kuota Impor 20 Juta Ton Batu Bara, Australia Tak Kebagian
"Pada kuartal IV-2018, kita mengekspor 6,5 juta ton dari Newcastle ke China. Tahun lalu, sekitar 9 juta ton. Saat ini, hanya 1,6 juta ton sehingga ada penurunan 82 persen year on year," katanya.
Gupta mengatakan, tidak adanya kapal batu bara yang berangkat ke China saat ini menunjukkan tidak akan ada perubahan yang terjadi dalam waktu dekat. Pelaku usaha batu bara menolak berkomentar soal isu tersebut karena relasi Australia dan China tengah menjadi topik sensitif.
Menurut Gupta, ekspor batu bara secara musiman naik pada musim dingin yang jatuh pada akhir tahun dan awal tahun depan. Namun, ada kekhawatiran pelaku usaha batu bara tak menikmati booming tersebut.
"Eksportir dan importir masih belum mengetahui apa yang akan terjadi ke depan dan mereka tidak tertarik untuk menyalahkan siapa pun dari kejadian ini," kata Gupta.
Hubungan Australia dan China belakangan ini memanas setelah Canberra mendorong investigasi soal asal muasal virus corona. China langsung bereaksi keras dengan membidik barang-barang impor dari Australia seperti batu bara dan wine.
Editor: Rahmat Fiansyah