Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Politisi Perindo Ingatkan Dampak Resesi Ekonomi AS ke Indonesia, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

China Desak AS Patuhi Aturan Perdagangan Internasional

Sabtu, 03 Maret 2018 - 14:56:00 WIB
China Desak AS Patuhi Aturan Perdagangan Internasional
Ilustrasi (Foto: Huffington Post)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING/ONTARIO, iNews.id -  China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menahan diri mengambil tindakan pengamanan perdagangan, mematuhi aturan perdagangan multilateral, dan memberikan kontribusi positif bagi iklim perdagangan dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hua Chunying, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, saat dimintai tanggapan ihwal kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif impor baja dan aluminium.

Pada Kamis (1/3/2018) lalu, Presiden Trump mengatakan AS akan menetapkan 25 persen tarif baja impor dan 10 persen tarif aluminium impor mulai awal pekan depan.

“Seluruh negara seharusnya bekerja bersama mencari solusi daripada mengambil langkah pembatasan perdagangan secara sepihak. China mendesak AS untuk menahan diri dalam mengambil langkah pengamanan perdagangan, mematuhi aturan perdagangan multilateral, dan memberikan kontribusi positif bagi iklim perdagangan dunia,” ujar Hua seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (3/3/2018).

Salah satu pejabat Kementerian Perdagangan China, Wang Hejun juga menyebut, AS selama ini telah meluncurkan ratusan kebijakan anti-dumping dan sejenisnya pada produk baja dan aluminium impor. Wang mengatakan, langkah tersebut sebagai hal yang berlebihan dalam melindungi produk domestiknya.

“Jika negara lain mengikuti kebijakan AS, maka ini akan memberikan dampak serius terhadap iklim perdagangan dunia,” ujar Wang.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan AS dan IHS Global, China sebenarnya bukan termasuk dalam daftar 10 negara terbesar yang memasok baja dan aluminium ke Negeri Paman Sam. Negara terbesar yang mengekspor dua produk tersebut justru adalah Kanada yang berbatasan langsung dengan AS, diikuti Brasil dan Korea Selatan.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan, tarif impor baru tersebut tidak bisa diterima. Dirinya juga akan bertemu dengan para pejabat AS untuk mengatasi persoalan ini.

Trudeau mengingatkan AS bahwa tarif impor baja dan aluminium yang ditetapkan Presiden Trump bisa menyebabkan distorsi pasar yang signifikan antara Kanada dan AS. Tidak hanya Kanada, Trudeau menyebut kebijakan tersebut juga akan merugikan AS.

“Kita yakin, kita akan mampu menjadi kepentingan industri Kanada,” kata Trudeau dalam jumpa pers di Ontario, Kanada, dilansir CNBC.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut