Covid-19, Laba Bank Permata Turun 48,5 Persen

Aditya Pratama, Kunthi Fahmar Sandy ยท Sabtu, 15 Agustus 2020 - 18:43 WIB
Covid-19, Laba Bank Permata Turun 48,5 Persen

Laba bersih Bank Permata pada semester I-2020 mencapai Rp366 miliar. (Foto: ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kinerja keuangan PT Bank Permata Tbk (BNLI) tertekan akibat pandemi Covid-19. Laba bersih bank turun hampir 50 persen pada semester I-2020 (Januari-Juni).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih Bank Permata pada enam bulan pertama mencapai Rp366 miliar, turun 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp711 miliar.

Direktur Utama Bank Permata, Ridha Wirakusumah menyebut, penurunan laba bersih tersebut karena adanya pencadangan. Pasalnya, laba operasional sebelum pencadangan tumbuh positif 24,2 persen.

Ridha berharap kehadiran Bangkok Bank sebagai PSP (pemegang saham pengendali) yang baru bisa memberikan dukungan modal bagi Bank Permata. Dia yakin PSP bisa mendukung pertumbuhan bisnis perseroan dalam jangka panjang lewat sinergi bisnis yang menyeluruh baik di sektor UMKM maupun korporasi.

"Hal tersebut memberikan angin segar di tengah periode yang cukup berat bagi semua industri, tidak terkecuali perbankan baik di Indonesia maupun dunia," ujarnya lewat keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2020).

Selama Januari-Juni, Bank Permata meraup pendapatan operasional sebesar Rp4,13 triliun, naik 12 persen bila dibandingkan perioden yang sama tahun lalu Rp3,66 triliun.

Namun, beban operasional meningkat dari Rp2,71 triliun menjadi Rp3,38 triliun akibat naiknya pencadangan kerugian bank dari Rp438 miliar menjadi Rp1,06 triliun.

"Ini memperhitungkan potensi peningkatan kerugian kredit sebagai akibat dari perlambatan pertumbuhan perekonomian yang berdampak pada profil risiko portofolio kredit," ujarnya.

Kenaikan pencadangan itu seiring naiknya rasio kredit bermasalah Bank Pertama akibat pandemi. Per 30 Juni, non-performing loan (NPL) neto naik dari 1,34 persen (31 Desember 2019) menjadi 1,8 persen sementara NPL bruto naik dari 2,77 persen menjadi 3,74 persen.

Ridha mengatakan, rasio marjin bunga Bank Permata cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan kenaikan Net Interest Margin (NIM) dari 4,2 persen menjadi 4,5 persen.

Dia mengatakan, manajemen berupaya menurunkan biaya operasional. Cost to Income Ratio (CIR) misalnya, turun dari 62,8 persen menjadi 58,7 persen.

Sementara posisi likuiditas Bank Permata cukup sehat. Loan to Deposit Ratio (LDR) bank mencapai 80,7 persen per Juni 2020. Capital Adequacy Ratio (CAR) juga terjaga di level 21,3 persen, naik bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu 19,8 persen.

Editor : Rahmat Fiansyah