CSIS: Kontribusi Grab kepada Ekonomi Indonesia Capai Rp77 Triliun

Djairan ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 12:27 WIB
CSIS: Kontribusi Grab kepada Ekonomi Indonesia Capai Rp77 Triliun

Aplikasi Grab. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kehadiran gig economy berdampak positif terhadap ekonomi. Grab sebagai salah satu penyedia platform gig economy berkontribusi Rp77,41 triliun sepanjang 2019.

Penelitian yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan Grab terbukti memberikan kontribusi pada ekonomi lewat mitra aplikasi. Kontribusi Grab pada 2019 meningkat dibandingkan 2018 yang sebesar Rp48,89 triliun.

“Kami menyoroti bagaimana peran gig economy, terutama kontribusi apa yang telah diberikan oleh platform transportasi online Grab dalam meningkatkan ketahanan ekonomi di Indonesia,” ujar Kepala Departemen Esonomi CSIS Yose Rizal Damuri, dalam konferensi pers via online, Kamis (25/6/2020).

Survei tersebut dilakukan terhadap 5.008 patner Grab dari empat lini bisnis yang ada, yaitu GrabFood, GrabBike, GrabCar serta GrabKios. Studi dilakukan di 12 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, Medan, Palembang, Bandar Lampung, Jogjakarta, Semarang, Denpasar, Manado dan Balikpapan.

Dia merinci, bisnis GrabFood cukup dominan sepanjang tahun lalu sebesar Rp37,27 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2018 sebesar Rp20,84 triliun.

Kenaikan pendapatan ini juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru. Sebanyak 27 persen mitra menambah dua karyawan baru sejak bergabung dengan layanan GrabFood.

“Begitu juga di line bisnis GrabKios mengalami peningkatan penerimaan tenaga kerja, sebanyak 6 persen dari mereka mempekerjakan dua orang pegawai lebih banyak dibandingkan dengan sebelum bergabung dengan Grab,” kata Yose.

Selain mitra, kata Yose, konsumen Grab juga puas dengan layanan GrabBike. Sekitar 87 persen konsumen merasa layanan GrabBike lebih bisa mempersingkat waktu tempuh mereka, 72 persen merasa lebih bisa menghemat uang, lalu 86 persen merasa lebih aman dalam berkendara.

“Pada GrabCar juga demikian, 70 persen dari konsumen merasa lebih bisa menghemat waktu, 56 persen merasa lebih menghemat uang, dan 92 persen merasa bisa lebih aman. Sedangkan di GrabFood, 76 persen merasa lebih bisa menghemat waktu, dan 84 persen merasa bisa menghemat uang mereka,” kata Yose.

Editor : Rahmat Fiansyah