Curhat Penjual Hewan Kurban: 230 Ekor Tak Habis Dijual, Omzet Turun Drastis

Iqbal Dwi Purnama · Senin, 19 Juli 2021 - 12:23:00 WIB
Curhat Penjual Hewan Kurban: 230 Ekor Tak Habis Dijual, Omzet Turun Drastis
Penjual hewan kurban curhat omzet turun drastis di Idul Adha tahun ini.

JAKARTA, iNews.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memberikan dampak cukup signifikan terhadap sejumlah sektor. Begitu juga dengan penjualan hewan kurban di Idul Adha tahun ini.

Salah satu penjual hewan kurban asal Depok, Jawa Barat, Tahar (28) mengakui, penjualan hewan kurban tahun ini menjadi yang terendah sepanjang dia menekuni profesi ini. Pria yang sudah mulai berjualan hewan kurban sejak SMA itu hanya membuka dua lapak tahun ini. 

Di tahun-tahun sebelum pandemi, dia bisa membuka lapak hewan kurban hingga 4-5 tempat yang berbeda. Sementara itu, dua lapak hewan kurban Tahar saat ini berada di Cimanggis dan Tapos. Di dua lapak itu, dia hanya menyediakan 230 ekor, terdiri atas 210 kambing dan 20 sapi untuk kebutuhan Idul Adha.

Jumlah tersebut bahkan tidak sampai setengahnya dari hewan kurban di tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. Tahar mengatakan, dalam kondisi normal, dia bisa menjual hewan kurban hingga 800 ekor kambing dan 50 sapi.

Sementara sebanyak 230 hewan kurban yang disediakannya hingga H-1, masih tersisa 50 ekor, terdiri tujuh sapi dan 43 kambing. Padahal, menurut Tahar, pembelian hewan kurban biasanya sudah ramai tujuh hari sebelum atau H-7 hari raya Idul Adha.

"Wah bukannya ada (dampak pandemi) lagi, biasanya habis sampai 800 ekor. Karena pandemi, jadi cuma segitu (230 ekor) itu juga belum habis," kata Tahar saat hubungi MNC Portal Indonesia, Senin (19/7/2021).

Adapun harga kambing yang dijualnya mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp9 juta. Sedangkan untuk sapi, paling murah dijual seharga Rp16 juta.

Tahar mengakui omzetnya saat ini turun drastis jika dibanding sebelum pandemi Covid-19. Dia mengatakan, omzet yang didapat hingga H-1 Idul Adha hanya sekitar Rp450 juta, sedangkan sebelumnya pandemi bisa menyentuh Rp900 juta.

"Efek Pandemi ini boleh dibilang terasa bangat dampaknya," ucap Tahar.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: