Daerah dan Asosiasi Pengusaha Desak Munas Kadin Ditunda karena Covid-19 Melonjak

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 22 Juni 2021 - 10:21:00 WIB
Daerah dan Asosiasi Pengusaha Desak Munas Kadin Ditunda karena Covid-19 Melonjak
Kadin daerah desak Munas Kadin ditunda. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah Kadin Daerah dan asosiasi pengusaha mendesak pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Kadin di Kendari ditunda. Ini menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di beberapa daerah, termasuk di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang akan menjadi lokasi Munas VIII Kadin Indonesia pada 30 Juni 2021.
 
Kasus Covid-19 di Kendari melonjak dalam tiga pekan terakhir, dari 4.678 kasus pada awal Juni menjadi 4.803 kasus pada 21 Juni 2021. Dengan kondisi ini, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir memutuskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bagi kelurahan atau kawasan yang memiliki kasus Covid-19. 

Penerapan PPKM juga untuk mengintensifkan pengawasan terhadap pasien Covid-19 dan lingkungan pemukiman tempat pasien berdomisili. Sebab, saat ini tren kasus meningkat. 

"Kita sudah siapkan untuk bisa melakukan pengawasan sekaligus. Kita sudah mengambil kebijakan wilayah-wilayah yang terdeteksi ada (kasus Covid-19) itu segera kita lock secara lokal. Sudah ada beberapa RT/RW untuk memastikan tidak terjadi lagi penularan transmisi lokal," katanya. 

Kondisi ini menyebabkan desakan agar Munas VIII Kadin ditunda semakin kencang. Desakannya bukan hanya dari sejumlah Kadin Daerah, tapi juga asosiasi yang bernaung di Kadin. 

Tercatat ada 12 Kadin Daerah yang mengirimkan surat secara resmi ke Kandin Indonesia hingga kemarin. Mereka meminta Munas Kadin ditunda. Ke-12 Kadin Daerah itu adalah Maluku Utara, Bali, Bangka Belitung, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Papua Barat, Sumatera Utara, dan Lampung. 

Untuk asosiasi, jumlahnya lebih banyak lagi. Hingga kemarin, sudah ada 35 yang mengirimkan surat resmi ke Kadin Indonesia. Mereka, di antaranya Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Perusahaan Kontraktor Indonesia (Apkindo), Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Editor : Jujuk Ernawati