Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bulog Mulai Tawarkan Beras Premium ke Importir Arab Saudi, Targetkan Ekspor Tahun Ini
Advertisement . Scroll to see content

Daftar Sembako dengan Kenaikan Harga Tertinggi Sejak 2017

Rabu, 19 Januari 2022 - 16:55:00 WIB
Daftar Sembako dengan Kenaikan Harga Tertinggi Sejak 2017
Daftar sembako dengan kenaikan harga tertinggi sejak 2017. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sembilan bahan pokok atau sembako biasanya mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) atau saat stok sedikit dan permintaan tinggi. Dari beberapa sembako itu, ada yang beberapa kali mengalami kenaikan harga tertinggi sejak enam hingga lima tahun lalu atau 2016-2017. 

Misalnya, harga beras eceran yang pada November 2021 tercatat Rp11.650 per kilogram (kg) atau naik Rp150 dari rekor yang dicetak pada awal 2018 seharga Rp11.500 per kg. Kenaikan harga itu akibat stok beras yang tak diimbangi dengan permintaan di pasaran.

“Memang ada penurunan pada harga beras di Indonesia tetapi tidak signifikan dan tetap lebih mahal dari harga internasional. Harga beras internasional sendiri cenderung mengalami penurunan sejak akhir 2020,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta pada 2021 lalu.

Dia menuturkan, kenaikan harga beras saat itu diperburuk dengan tarif impor Rp450 per kg untuk semua jenis beras dan pembatasan kuantitatif beras. Setelah naik, harga beras cenderung turun dan stabil. 

Rata-rata harga beras menurun menjadi Rp9.500 per kg pada 2019, turun lagi menjadi Rp9.100 per kg di 2020, namun naik tipis pada 2021 menjadi Rp9.200 per kg. Sedangkan awal tahun ini, harga beras kembali naik menjadi Rp9.780 per kg.

Selain beras, gula juga sempat mencatatkan kenaikan harga tertinggi mencapai Rp17.000 pada Mei 2016. Harga gula hingga saat ini belum melampaui harga tersebut. 

Bahkan dalam lima tahun terakhir harga gula cenderung stabil, mulai dari Rp13.000 pada 2017, Rp12.000 pada 2018 dan 2019. Sementara pada 2020 naik Rp3.000, kemudian turun menjadi Rp12.000 pada tahun lalu, dan awal tahun ini naik menjadi Rp15.000.

Adapun kenaikan harga tertinngi tercatat pada cabai keriting merah. Pada pertengahan 2017, harga cabai jenis ini tembus Rp150.000 per kg. Padahal rata-rata harga cabai pada tahun itu sekitar Rp32.000 per kg.

Selama lima tahun, harga cabai merah keriting cenderung fluktuatif. Tercatat pada 2018, harga naik sekitar Rp3.000 menjadi Rp35.000 per kg, namun dalam tiga tahun setelahnya, harga cabai cenderung naik menjadi sekitar Rp45.000 hingga Rp60.000 per kg.

Meski demikian, pada awal 2022, harga cabai keriting lebih murah. Harga cabai ini dibanderol pada harga Rp31.000 per kg.

Selain cabai, komoditas lain yang melonjak tinggi harganya adalah minyak goreng. Harga minyak goreng pada awal tahun ini tembus Rp18.600, cenderung lebih murah dibandingkan akhir tahun lalu yang sempat menyentuh Rp22.000 per liter.

Harga itu pun menjadi yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Padahal merujuk lima tahun sebelumnya, harga minyak goreng belum pernah mencapai angka Rp20.000 per liter. 

Tercatat pada 2017, harga minyak goreng Rp10.500, dan pada 2018 dibanderol Rp12.000 per liter. Pada 2019, harga minyak goreng sempat menyentuh Rp19.000, lalu turun menjadi Rp11.000 pada 2020.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut