Dahlan Iskan Sebut Kelanjutan Bisnis Garuda Bergantung pada Pertamina

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 26 Oktober 2021 - 17:14:00 WIB
 Dahlan Iskan Sebut Kelanjutan Bisnis Garuda Bergantung pada Pertamina
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengatakan kelanjutan bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bergantung pada PT Pertamina (Persero). 

Menurut dia, kelanjutan bisnis Garuda Indonesia bukan tergantung pada keberhasilan negosiasi dan restrukturisasi utang perseroan yang mencapai Rp70 triliun. Justru, bisnis Garuda Indonesia bergantung pada bahan bakar yang di supply BUMN di sektor energi, di PT Pertamina (Persero).

Dahlan menilai, operasional Garuda Indonesia akan baik-baik saja sepanjang perseroan terus mendapat jaminan pasokan bahan bakar, meskipun jumlah armada banyak berkurang karena dikembalikan kepada lessor (perusahaan penyewa pesawat).

"Nyawa Garuda Indonesia sebenarnya ada di tangan Pertamina, bukan di perusahaan penyewa pesawat di Amerika atau Eropa," ujar Dahlan melalui laman website disway.id, dikutip Selasa (26/10/2021). 

Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas memang tengah melakukan negosiasi dan restrukturisasi utang dengan sejumlah kreditur dan lessor. Pemerintah pun masih di dihadapkan pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kedua atas utang Garuda Indonesia tersebut.

Restrukturisasi hingga PKPU sendiri diyakini akan menentukan mati atau hidup bisnis Garuda Indonesia. Pasalnya, bila skema tersebut tak berjalan mulus, maka Kementerian BUMN akan mengambil opsi pailit.

Meski begitu, Dahlan melihat perkara lain bila Garuda Indoensia dipailitkan. Pasalnya, selama ini Pertamina terus-menerus mengirim bahan bakar kepada Garuda Indonesia. Transaksi ini membuat perusahaan negara di sektor energi itu mencatat kerugian.

"Betapa ruginya Pertamina di transaksinya dengan Garuda Indonesia, atau Pertamina menjual bahan bakar ke Garuda Indonesia dengan harga lebih mahal, memasukkan risiko ke dalam harga? Tentu hanya Pertamina dan Garuda Indonesia yang tahu," kata Dahlan. 

Pertamina, kata dia, seyogyanya memiliki bukti perintah dari pemegang saham secara tertulis sebagai dokumen keuangan. Bukti tersebut dapat digunakan Pertamina untuk menagih utang ke pemerintah apabila Garuda Indonesia ditutup.

Di lain sisi, dia pun mengaitkan bahan bakar yang didistribusikan Pertamina kepada Garuda Indonesia dengan opsi Pelita Air Service (PAS) sebagai opsi penggantinya. 

"Soal bahan bakar itulah, menurut pendapat saya, salah satu pertimbangan mengapa nama Pelita muncul sebagai calon pengganti Garuda," ungkap Dahlan. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: