Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 7,24 Persen Balita Di Sleman Alami Stunting
Advertisement . Scroll to see content

Dampak Covid-19, Menkeu Prihatin dengan Masalah Stunting Anak Indonesia

Senin, 24 Mei 2021 - 15:06:00 WIB
Dampak Covid-19, Menkeu Prihatin dengan Masalah Stunting Anak Indonesia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Advertisement . Scroll to see content

"Pandemi Covid-19 menambah tantangan pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting 14 persen pada 2024, seperti tertuang dalam RPJMN," ujar Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan beberapa contoh hambatan penurunan angka stunting yang disebabkan oleh pandemi covid-19. Dengan adanya pandemi, maka kegiatan atau layanan masyarakat imunisasi di posyandu menjadi terganggu.  

"Pandemi covid juga hambat kegiatan pencegahan stunting dengan terganggunya pelayanan kepada masyarakat akibat sosial dan physical distancing, di posyandu, kelas ibu hamil, bina keluarga balita, BKB dan PAUD semua alami hambatan," tutur Sri Mulyani. 

Selain itu, lanjutnya, akses makanan bergizi untuk penduduk miskin juga terganggu karena adanya hambatan pada produksi dan distribusi. Akibatnya, daya beli pangan masyarakat miskin juga menjadi berkurang. 

"Akses penduduk miskin terhadap pangan juga terganggu sebab hambatan produksi dan distribusi," ungkap Sri Mulyani. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut