Dana Rights Issue BRI Dorong Peningkatan Rasio Penyaluran Kredit UMKM

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 10 September 2021 - 15:19:00 WIB
Dana Rights Issue BRI Dorong Peningkatan Rasio Penyaluran Kredit UMKM
Dana rights issue BRI dorong peningkatan rasio penyaluran kredit UMKM

JAKARTA, iNews.id - Dana hasil rights issue PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diproyeksikan bisa mendorong peningkatan rasio penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk usaha ultra mikro (UMi). 

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, portofolio penyaluran kredit UMKM nasional dari perbankan yang kurang dari 20 persen perlu ditingkatkan. Menurutnya, kehadiran Holding Ultra Mikro yang didanai hasil rights issue BRI akan mendorong peningkatan tersebut. 

Bank Indonesia (BI) melaporkan, pada Juni 2021 baki debet kredit UMKM mencapai Rp1.107,6 triliun. Jumlah itu tumbuh sekitar 2,1 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.084,3 triliun. Porsi kredit UMKM pada Juni 2021 mencapai 19,62 persen dari total penyaluran kredit perbankan nasional. Sedangkan pada Juni 2020, porsinya sekitar 19,30 persen. 

"Kita lihat penggunaan dana hasil rights issue terkait konsolidasi Holding Ultra Mikro sangat besar untuk peningkatan portofolio kredit UMKM," kata dia dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021). 

Dia menilai BRI menawarkan harga yang sangat menarik untuk pelaksanaan penerbitan saham baru, yaitu Rp3.400. Dengan harga tersebut, dia optimistis penyerapan dana akan maksimal sehingga modal tambahan bagi BRI untuk meningkatkan kinerja Holding UMi dan segmen mikro serta kecil akan sesuai ekspektasi.

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari sebelumnya mengungkapkan, sekitar 60 persen-70 persen dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja holding UMi bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM.

Sementara sisanya untuk modal kerja bisnis mikro dan kecil. Seperti diketahui, dalam prospektus yang diterbitkan Selasa (31/8/2021), BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,213 miliar saham baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I. 

Harga pelaksanaan rights issue BBRI Rp3.400 per lembar saham. Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam BRI dengan cara penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (Inbreng) sesuai PP Nomor 73/2021. 

Seluruh saham Seri B milik pemerintah dalam Pegadaian PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng. Nilai total PMHMETD I yang telah memperhitungkan inbreng serta eksekusi hak Pemegang Saham Publik adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp95,92 triliun. 

Dari total dana tersebut, nilai inbreng sebesar Rp54,77 triliun dan sisanya Rp41,15 triliun apabila seluruh pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: