Datangi Cafe Es Jadul Milik 2 Perempuan 80-an Tahun, Erick Thohir: Saya Takjub
JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendatangi Cafe Es Setabelan di Solo, Jawa Tengah. Di sana, dia bertemu dengan pemiliknya, dua perempuan berusia 80-an tahun.
"Ketemu dua perempuan yang luar biasa, Ibu Harianti dan Widiastuti. Di usai 80 tahun masih semangat berjualan Es Setabelan," tulis Erick dalam akunnya di Instagram, dikutip Sabtu (31/12/2022).
Dia mengaku takjub terhadap semangat dua perempuan tersebut untuk terus bekerja meski usia tak lagi muda. Bahkan, keduanya menjalankan usaha es legendaris di sana tanpa bantuan.
"Saya makin takjub karena mereka hanya berdua berjualan, tanpa ada yang bantu," ujarnya.
Dari perbicangan Erick dengan kedua perempuan hebat itu, diketahui bahwa mereka telah menjalankan usaha tersebut sejak muda. Usaha es tersebut merupakan warisan dari orang tuanya.
5 Konglomerat Tertua di Indonesia, Paling Tua 94 Tahun Berharta Rp19 Triliun
"(Bisnis) dari mama saya. Mama saya itu pas saya masih muda sudah tidak ada, usia sekitar 40-an. (Mulai usaha) sendiri, ini yang nerusin (kakak), yang mengurus semua," ucap Widiastuti.
Widiastuti menuturkan menjalankan usaha bersama dengan kakaknya, Harianti. Sementara anak mereka tinggal di Jakarta. Dan meski menjalankan berdua, mereka mengaku senang melakukannya dan tetap semangat.
Kisah TKW Tak Tamat SD Sukses Jadi Miliarder di Arab Saudi dari Bisnis Katering
Menurutnya, jika sudah bekerja menggunakan hati, maka semuanya bisa kita atasi. Dia menilai, semangat yang luar biasa dari dua perempuan sepuh tersebut wajib ditiru para pemuda Indonesia.
"Kalau mereka yang sudah sangat berumur pantang menyerah, kerja giat, kita yg generasi muda harus lebih lagi karena mimpi kita 2045 tidak mungkin akan terjadi kalau generasi muda kita tidak berkompetisi, tidak merebut kemenangan untuk kemajuan bangsa," tuturnya.
Kisah Mantan Agen Asuransi Tinggalkan Gaji Rp70 Juta Sukses Jadi Distributor Telur Ayam
"Ayo generasi muda kita, termasuk saya, mari kita berbakti, bekerja jadi pengusaha, menjadi profesional, memastikan ekonomi kita menjadi yang terbaik di dunia," imbuh Erick.
Editor: Jujuk Ernawati