Deretan Miliarder Termuda di Dunia, Ada yang Berusia 20 Tahun Berharta Rp95 Triliun
JAKARTA, iNews.id - Miliarder umumnya berasal dari kalangan tua atau berpengalaman. Namun, terdapat sejumlah orang-orang yang berusia sangat muda mendapatkan status orang kaya berkat warisan atau membangun usaha sendiri.
Deretan miliarder termuda ini bahkan telah memiliki kekayaan fantastis hingga triliunan rupiah sebelum berusia 25 tahun.
Melansir Forbes, para taipan muda di dunia itu berasal dari berbagai industri mulai dari farmasi hingga gim. Mereka mewakili generasi penerus transfer kekayaan global dan secara kolektif bernilai lebih dari 22,7 miliar dolar AS atau setara Rp378 triliun (kurs Rp16.687 per dolar AS).
Berikut daftar miliar berusia muda yang diurutkan berdasarkan usia dan kekayaan bersihnya:
Von Baumbach, miliarder termuda di dunia, adalah pewaris Boehringer Ingelheim Jerman, perusahaan farmasi swasta terbesar. Didirikan pada tahun 1885 oleh Albert Boehringer, perusahaan yang dikelola keluarga ini tetap menjadi pemimpin global dalam kesehatan manusia dan hewan dan mempekerjakan lebih dari 54.500 orang.
Kekayaan von Baumbach mencapai 5,7 miliar dolar AS atau setara Rp95,11 triliun. Dia dan ketiga saudara kandungnya, yang semuanya berusia di bawah 30 tahun, masing-masing memiliki saham senilai 5,7 miliar dolar AS di perusahaan tersebut.
Lívia adalah miliarder termuda kedua di dunia dan dinobatkan sebagai miliarder termuda di dunia pada tahun 2024, pada usia 19 tahun. Saat ini kekayaan Livia mencapai 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp20,02 triliun.
Dia dan saudara perempuannya, Dora (27), masing-masing memiliki 3,1 persen saham di produsen motor listrik Brasil WEG, yang didirikan bersama pada tahun 1961 oleh mendiang kakek mereka, Werner Ricardo Voigt.
WEG adalah perusahaan multinasional yang terdaftar di bursa saham dengan aktivitas komersial yang dilakukan di lebih dari 145 negara dan pendapatan operasional bersih sekitar $5,7 miliar untuk sembilan bulan pertama tahun 2025. Lívia tidak memegang peran eksekutif di WEG dan telah menyatakan untuk tetap tidak menonjol di perusahaan.
Del Vecchio adalah salah satu dari enam anak Leonardo Del Vecchio, mendiang pendiri dan ketua EssilorLuxottica, perusahaan kacamata terbesar di dunia. Merek-merek yang berada di bawah EssilorLuxottica di antaranya Arnette, Ray-Ban, dan Persol.
Del Vecchio mewarisi 12,5 persen saham di perusahaan yang berbasis di Luksemburg, Delfin. Kekayaannya menembus 7,5 miliar dolar AS atau setara Rp125 triliun.
Perusahaan kacamatanya terus mengalami pertumbuhan yang stabil, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,8 persen dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 mencapai 24,5 miliar dolar AS, dengan kapitalisasi pasar sebesar 169,5 miliar dolar AS per 17 November 2025.