Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Satgas PKH Ungkap 12 Perusahaan Diduga Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra
Advertisement . Scroll to see content

Deretan Perusahaan yang PHK Karyawan di Awal 2024, Terbanyak Sektor Teknologi

Selasa, 16 April 2024 - 06:40:00 WIB
Deretan Perusahaan yang PHK Karyawan di Awal 2024, Terbanyak Sektor Teknologi
Perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor di Amerika Serikat (AS) dan Kanada memulai tahun 2024 dengan melakukan PHK terhadap ribuan karyawan. (Foto: Ilustrasi/Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

4. Konsumer dan Retail

- Raksasa kosmetik Estee Lauder berencana memangkas 3-5 persen tenaga kerja globalnya.

- Wayfair berencana memberhentikan 1.650 karyawan atau sekitar 13 persen pekerjanya.

- Jaringan department store AS Macy's akan memangkas 2.350 pekerja dan menutup lima toko.

- Levi Strauss & Co berencana memangkas 10-15 persen karyawannya secara global. 

- Hershey's berencana melakukan restrukturisasi yang akan berdampak pada kurang dari 5 persen tenaga kerjanya.

- Nike akan memangkas sekitar 2 persen dari total tenaga kerjanya, atau lebih dari 1.600 karyawan , karena raksasa pakaian olahraga tersebut berupaya memangkas biaya setelah mencatatkan penurunan laba tahun ini.

5. Kesehatan 

- Novavax akan memangkas sekitar 12 persen dari total tenaga kerjanya.

6. Manufaktur 

- Kontraktor pertahanan Lockheed Martin berencana untuk memangkas 1 persen dari total pekerjanya.

- United Parcel Service akan memangkas 12.000 karyawan untuk memangkas biaya.

7. Sumber Daya Alam 

- Penambang AS Piedmont Lithium akan memangkas 27 persen dari total tenaga kerja dalam untuk mengurangi biaya.

- Perusahaan pipa minyak dan gas Kanada TC Energy telah memberhentikan beberapa pekerjanya sebagai bagian dari rencana yang diumumkan sebelumnya untuk mengintegrasikan unit pipa gas alamnya.

- Operator pipa minyak mentah yang berbasis di Kanada, Enbridge akan mengurangi tenaga kerjanya sebanyak 650 posisi atau 5 persen dari total karyawan untuk untuk memangkas biaya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut