Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nvidia Pilih Investasi di Malaysia Dibanding RI, Ini Respons BKPM
Advertisement . Scroll to see content

Di Forum TIIWG G20, Bahlil Soroti Ketidakadilan Aliran Investasi antara Negara Maju dan Berkembang

Kamis, 07 Juli 2022 - 12:49:00 WIB
Di Forum TIIWG G20, Bahlil Soroti Ketidakadilan Aliran Investasi antara Negara Maju dan Berkembang
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam forum TIIWG G20 di Surakarta. (Foto: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil menjelaskan kepada para delegasi G20 bahwa Indonesia setuju untuk bersama-sama menurunkan emisi gas rumah kaca. Namun ,saat ini penghitungan harga karbon antar negara maju dan negara berkembang tidak sama.

Harga karbon di negara berkembang kerap dihargai murah dibandingkan dengan harga karbon di negara maju. Dalam hal ini, Indonesia yang masih tergolong negara berkembang, memiliki potensi yang cukup besar untuk menyerap karbon.

"Negara maju contoh 100 dolar AS per ton (harga karbon), negara berkembang penghasil karbon ini dinilai hanya 10 dolar AS, saya tidak ingin ada sebuah perlakuan yang tidak adil Sebab persoalan emisi persoalan dunia," ucap Bahlil.

"Oleh karena itu dalam pandangan saya dalam forum ini sudah saatnya kita berpikir duduk sama rendah berdiri sama tinggi untuk kebaikan rakyat dan bangsa seluruh dunia," sambungnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut