Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Mengapa Gadai Jadi Solusi Utama Masyarakat Indonesia?
Di Pegadaian, masyarakat dapat membawa aset berharga seperti emas, perhiasan, atau barang elektronik, masyarakat bisa mendapatkan dana cair dalam hitungan menit. Kecepatan inilah yang mencegah masyarakat jatuh ke jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang justru mencekik dengan bunga tinggi.
Saat ditemui, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti mengungkapkan bagaimana posisi Pegadaian dalam mendukung ekonomi masyarakat.
“Gadai tentu menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat. Jika sedang butuh dana cair masyarakat dapat langsung menggadaikan harta benda yang dimiliki seperti emas, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik, dan melunasi di kemudian hari, tanpa harus kehilangan harta yang dimiliki," kata Selfie.
Lebih lanjut, dia mengatakan, layanan gadai di Pegadaian mulai dari pinjaman Rp50.000, sebagai bentuk public service obligation dan sekaligus inklusifitas layanan yang menjangkau semua kalangan. Uangnya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, hingga modal usaha bagi pelaku UMKM.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, kendala klasik yang selalu dihadapi adalah akses modal kerja. Di sinilah Pegadaian memainkan peran strategisnya. Banyak pelaku usaha menggunakan skema gadai, sebagai "modal putar".
Bahkan, secara rutin Pegadaian mengadakan program Gadai Peduli, yakni layanan gadai dengan bunga 0 persen atau gadai bebas bunga, dengan pinjaman mulai dari Rp50 ribu - Rp2,5 juta, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam mendukung perekonomian kerakyatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.