Digempur Produk Impor, Kadin dan IISIA Gelar Pameran Baja Terbesar di Tanah Air

Ikhsan Permana SP ยท Kamis, 24 November 2022 - 21:27:00 WIB
Digempur Produk Impor, Kadin dan IISIA Gelar Pameran Baja Terbesar di Tanah Air
Pabrik baja Krakatau Steel. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menggelar pameran baja terbesar di tanah air. Pameran tersebut bertujuan mendorong kebangkitan industri baja Indonesia yang masih digempur produk impor.

Chairman IISIA, Silmy Karim, mengatakan Kadin dan IISIA akan menyelenggarakan IISIA Business Forum (IBF) 2022 pada tanggal 1 hingga 3 Desember 2022 di Grand City & Exhibition Centre, Surabaya, Jawa Timur.

"IBF 2022 ini adalah acara pameran industri baja terbesar di Indonesia di tahun 2022 sebagai sarana yang mempertemukan seluruh stakeholder industri baja, konstruksi, manufaktur dan infrastruktur untuk bersinergi membangun industri nasional serta memberikan resolusi atas isu-isu dan tantangan ke depannya,” ujar Silm, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/11/2022).

Menurut dia, industri baja nasional masih menghadapi tantangan di mana utilisasi kapasitas produksi nasional masih sangat rendah yaitu rata-rata 54 persen. Angka tersebut, masih jauh dari good utilization sebesar 80 persen. Hal itu disebabkan oleh masih tingginya jumlah produk baja impor yang masuk ke Indonesia.

'Padahal salah satu sektor yang dibutuhkan untuk memajukan perekonomian Indonesia adalah pembangunan infrastruktur dan manufaktur yang salah satu komponennya adalah baja," kata Silmy.

Dia mengungkapkan, industri baja nasional berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang telah dicanangkan Pemerintah, antara lain pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam termasuk Industri Kendaraan Listrik.

“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami bersama para profesional di bidang industri terus berupaya menyuarakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui seminar yang juga diadakan bersama institusi pendidikan di IBF 2022 ini,” ungkap Silmy.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menyampaikan bahwa kontribusi ekspor besi dan baja masuk lima besar komoditas utama. Permintaan domestik dan ekspor besi baja meningkat seiring dengan pemulihan perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.

“Peluang pasar domestik yang besar, seiring dengan instruksi presiden tentang pelarangan belanja impor terhadap produk yang bisa diproduksi di dalam negeri dan pengoptimalan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada lintas sektor,” ujar Arsjad.

Dia menuturkan, daya saing infrastruktur Indonesia secara global saat ini berada pada posisi ke-55 mengalami peningkatan dari posisi ke-57 pada tahun 2021. Hal itu menunjukkan adanya kemajuan di bidang infrastruktur, namun belum cukup memadai karena masih tertinggal dari negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia.

“Dengan adanya IBF 2022 ini, kami berharap perekonomian Indonesia dapat kembali bergerak, dimulai dari UMKM yang kami undang hingga industri baja sebagai penopang industri nasional Indonesia. Kesemuanya kami harapkan dapat memberikan kemajuan bagi Indonesia, seperti tema IBF 2022 ini yaitu Industri Baja Nasional untuk Indonesia Maju,” tutur Arsjad.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda