Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bio Farma Raih Kontrak Ekspor Vaksin Senilai Rp1,4 Triliun ke Brasil
Advertisement . Scroll to see content

Dirut Bio Farma Pastikan Vaksin IndoVac Bakal Diberikan Gratis pada Tahap Awal

Rabu, 26 Oktober 2022 - 20:43:00 WIB
Dirut Bio Farma Pastikan Vaksin IndoVac Bakal Diberikan Gratis pada Tahap Awal
Dirut Bio Farma Honesti Basyir memastikan, vaksin IndoVac bakal diberikan gratis kepada masyarakat. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir memastikan, vaksin IndoVac bakal diberikan gratis kepada masyarakat. Hal ini karena tahap awal vaksin Covid-19 buatan Holding BUMN Farmasi ini masuk dalam program pemerintah. 

"Kalau sekarang itu gratis karena program pemerintah. Jadi, kalau namanya jenis vaksin yang masuk program pemerintah artinya masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali," ujar Honesti dalam konferensi pers, Rabu (26/10/2022). 

Honesti menambahkan, tidak tertutup kemungkinan vaksin akan dikenakan tarif atau berbayar, tergantung pada kebijakan pemerintah kedepannya. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti langkah yang dilakukan pemerintah ke depan.

"Tapi apakah nanti akan berbayar, kita gak tahu lah, kita lihat juga ya. Kalo ini masuk program, yang namanya penugasan berapa dosis yang mau dibikinin, kita siapkan, kami tidak menentukan harga ya, kalo penugasan pemerintah yang menentukan," kata dia. 

Meski kebijakan sementara vaksin IndoVac diberikan secara gratis, pemerintah akan menetapkan Harga Pokok Produk (HPP). Penetapan HPP berdasarkan evaluasi BPKP terhadap struktur cost Bio Farma. 

Adapun anggaran pembuatan vaksin IndoVac bersumber dari ekuiti Bio Farma. Artinya, selama proses pembuatan hingga produksi tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). 

Honesti merinci pihaknya sudah menggelontorkan anggaran Rp300 miliar ketika vaksin IndoVac mulai digodok sejak  awal hingga uji klinis tahap ketiga. Nominal tersebut diluar biaya produksi saat ini.

"Tadi saya bilang spending Rp300 miliar, tinggal prosesnya itu, biaya total kita untuk sekian dosis kita kirim ke BPKP, BPKP tinggal mengecek, mengevaluasi struktur cost dalam segala macem, nanti muncul Harga Pokok Produk, Harga Pokok Produk diberikan ke Kementerian Kesehatan, baru kemenkes yang menentukan harganya berapa," ucapnya.

"Jadi kalau teman-teman tanya ke saya, saya belum bisa ngomong sekarang karena kita baru memulai dengan BPKP untuk menghitung struktur cost-nya," sambungnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut