Disamakan dengan Silicon Valey, Bukit Algoritma Harus Capai Indikator Ini
"Kawasan special economic zone tersebut bisa men-drive up produktivitasnya, jadi di sini, ada dengan salah satunya kolaborasi seperti yang saya lihat di di Penang. Disitu ada 1 kolaborasi antara industri, pemerintah dan Universitas. Mereka mendirikan satu training center," tutur Esther.
Terkait hal ini, Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya KSO, Budiman Sudjatmiko, menyebut Bukit Algoritma adalah kawasan, dimana sains dan teknologi disatukan. Dengan begitu, pihaknya akan melibatkan sejumlah anak mudah Indonesia dan para pensiunan akademisi bergelar profesor untuk terlibat dalam riset.
Indikator berikutnya adalah Silicon Valley Indonesia harus memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Poin ini menjadi indikator dasar atas kesuksesan kinerja Bukit Algoritma nantinya.
"Intinya kalau teknologi kemudian, modal dan tenaga kerja itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi itu adalah in general bisa dikatakan bahwa special economic zone khususnya di kawasan industri yang menggunakan hi-tec ini bisa sukses," kata Budiman.
Pernyataan senada disampaikan Ekonom Indef, Bhima Yudhistira. Menurutnya, jika KEK ini bisa menarik minat investasi dengan penerapan teknologi 4.0, maka diyakini tidak saja berdampak pada efisiensi, daya saing dan kenaikan output produksi, namun juga terhadap peringkat inovasi Indonesia di level dunia.