Disisihkan Saham 10 Persen, 5 BUMN Siap Menyusul Gabung ke LinkAja

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 04 Juli 2019 - 22:20 WIB
Disisihkan Saham 10 Persen, 5 BUMN Siap Menyusul Gabung ke LinkAja

CEO LinkAja, Danu Wicaksana. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - PT Fintech Karya Indonesia (Finarya) bakal kedatangan pemegang saham baru. Selain 7 BUMN yang sudah bergabung, akan ada 5 BUMN lain yang menyusul pada akhir kuartal III-2019.

CEO LinkAja, Danu Wicaksana mengatakan, kelima BUMN yang akan menyusul bergabung yaitu Garuda Indonesia, Jasa Marga, PT KAI, Angkasa Pura I, dan Angkasa Pura II.

"Dari 100 persen kepemilikan saham, 10 persennya memang kita sisihkan untuk 5 BUMN selanjutnya. Mereka akan menyusul pada akhir Kuartal III tahun ini," kata Danu di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Saat ini, Telkomsel masih menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi saham sebesar 25 persen. Porsi saham anak usaha Telkom tersebut tidak akan berkurang meskipun ada pemegang saham baru. Pasalnya, platform LinkAJa saat ini sebelumnya dimiliki Telkomsel lewat TCASH.

Menurut Danu, keputusan tersebut sepenuhnya wewenang Menteri BUMN, Rini Soemarno. Sementara delapan pemegang saham Finarya saat ini, kata dia, sudah sepakat untuk mempersilakan masuknya 5 BUMN baru untuk memperkuat LinkAja.

Telkom selaku induk Telkomsel telah menyampaikan kepada publik terkait rencana itu. Dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini Telkomsel mengempit 25 persen, Bank Mandiri 19,71 persen, BRI 19,71 persen, BNI 19,71 persen, BTN 7,12 persen, Pertamina 7,12 persen, Jiwasraya 1 persen, dan Danareksa 0,63 persen.

Dengan kehadiran 5 BUMN baru, porsi saham Telkomsel tetap 25 persen, Bank Mandiri, BRI, dan BNI menyusut jadi 17,03 persen, BTN dan Pertamina menyusut jadi 6,13 persen. Sementara Jiwasraya dan Danareksa tidak berubah.

Namun, kata Danu, dia belum tahu berapa pembagian antara 5 BUMN tersebut dari sisa porsi saham 10 persen yang ada. Namun, apabila ada dari calon investor tersebut tidak mengambil bagian, maka investor existing bisa menyerapnya dan tidak ada sanksi apapun bagi calon investor yang bersangkutan.

Editor : Rahmat Fiansyah