Diskon 100 Persen Pajak Mobil Berakhir Bulan Ini, Simak Insentif Barunya

Rina Anggraeni · Rabu, 18 Agustus 2021 - 17:46:00 WIB
 Diskon 100 Persen Pajak Mobil Berakhir Bulan Ini, Simak Insentif Barunya
Pemerintah akan mengakhiri insentif diskon 100 persen pajak mobil pada Agustus 2021. (foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana tidak akan memperpanjang pemberian insentif diskon 100 persen untuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM) kendaraan bermotor. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, mengatakan meskipun nantinya insentif tidak diperpanjang, pemerintah masih akan memberi insentif PPnBM sebesar 25 persen untuk pembelian mobil, mulai September hingga Desember 2021. 

Sebelumnya pembelian mobil 1.500 cc tidak dikenakan PPnBM hingga Agustus 2021. Nantinya pembelian mobil jenis tersebut akan diberi insentif diskon PPNBN sebesar 25 persen sepanjang September-Desember 2021.

"Untuk mobil 1.500 cc itu (insentif PPnBM 100 persen) berlaku sampai Agustus 2021. Sebenarnya masih ada insentif yang diberikan untuk September-Desember 2021, yaitu sebesar 25 persen," kata Febrio dalam video virtual, Rabu (18/8/2021)

Sementara untuk mobil dengan kapasitas 1.500 sampai 2.500 cc dengan segmen 4x2, Kemenkeu memutuskan tetap mendapat insentif potongan PPnBM sebesar 25 persen hingga akhir tahun. Begitu pula kendaraan 1.500 sampai 2.500 cc segmen 4x4 akan mendapat diskon 12,5 persen.

Febrio menjelaskan, pemberian insentif PPnBM mobil ini diberikan untuk mendorong konsumsi masyarakat. Terlebih pada saat yang sama pemerintah juga memberi insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah untuk pembelian properti.

"Ini adalah logikanya untuk mendorong konsumsi karena kita tahu 2020 bahkan 2021 tabungan masyarakat kelas menengah di perbankan tumbuhnya masih double digit. Jadi masih sangat banyak likuiditas yang ada di kantong masyarakat kelas menengah," ungkap Febrio.

Menurutnya, pemberian insentif ini sebenarnya sudah mampu mendorong kenaikan penjualan kendaraan, terutama pada Juni 2021. Sementara dengan masih adanya sisa insentif hingga akhir tahun ini, Febrio yakin dampaknya bagi ekonomi masih akan terasa.

"Ini kita lihat insentifnya masih kuat, nanti kita lihat bagaimana ini berhasil mendorong konsumsi, dan kita akan pantau terus. Tapi untuk insentif ini tampaknya kita relatif cukup nyaman, ini insentif yang relatif cukup efektif mendorong aktivitas ekonomi kita," tutur Febrio.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: