Ditopang KUR BRI, Depot Mirah Bulungan Tetap Eksis Hampir 2 Dekade
Usaha tersebut dirintis saat anak keduanya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kini, sang anak sudah berusia 26 tahun.
KUR BRI Dorong Sate Ayam Barokah Mayestik Naik Kelas, dari Trotoar Kini Sewa Ruko
“Mulai jualan anak kedua masuk SD, anak SD itu umur 7 tahun, sekarang umur 26. 19-20 tahun,” ujarnya.
Sebelum menjadi Depot Mirah seperti sekarang, Bariyah sempat berjualan mi ayam, jus, dan gorengan di trotoar Jalan Mahakam, Kebayoran Baru. Namun karena program penataan kawasan saat masa Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, para pedagang, termasuk Bariyah, terpaksa memindahkan dagangannya ke lokasi yang disediakan pemerintah daerah.
BRI Sukses Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di FHA 2026 Singapura
“Tadinya di sini pertama itu mi ayam, jus, sama gorengan. Terus kan ini digeser gak boleh di luar sama Ahok ya dulu, akhirnya masuk ke dalam,” katanya.
Meski harus berpindah tempat dan membayar sewa tahunan, Bariyah memilih bertahan. Pasalnya, usaha tersebut menjadi sumber utama penghidupan keluarga dan para karyawannya.
Kisah Thio Bangun Craftote, Olah Eceng Gondok Jadi Produk Ekspor lewat Dukungan BRI
Seiring waktu, pelanggan Depot Mirah terus bertambah. Menu yang dijual pun makin beragam, mulai dari paket nasi, ayam goreng, sambal, dan lalapan; ayam geprek; aneka sate goreng; hingga tahu dan tempe.
Dalam sehari, Depot Mirah mampu melayani ratusan pelanggan. “Sekitar 700 sampai 1.000 porsilah sehari,” ujar Bariyah.
Di tengah perkembangan usaha, Bariyah mengaku sempat membutuhkan tambahan modal untuk menopang kebutuhan usaha dan keluarga. Dari situlah dia mulai mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. “Iya, pinjam KUR,” katanya.