Drone MQ-9 Reaper Pembunuh Qasem Soleimani Hasil Buatan Miliarder Blue Bersaudara
SAN DIEGO, iNews.id - Komandan Pasukan Al-Quds Iran, Mayjen Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone milik militer AS. Pesawat nirawak MQ-9 Reaper mendadak terkenal lantaran menjadi senjata utama dalam misi serangan tersebut.
Drone tersebut meluncurkan sedikitnya dua rudal Hellfire ke kendaraan yang ditumpangi oleh Soleimani. Orang terkuat kedua di Iran tersebut baru saja mendarat di Bandara Internasional Baghdad.
Dikutip dari Forbes, Jumat (10/1/2020), drone MQ-9 Reaper merupakan salah satu alutsista stretegis milik Amerika. Drone seberat 2,5 ton tersebut dapat membidik target dengan daya jelajah hampir 2.000 kilometer dan bisa dikendalikan dari jarak antar benua.
Kemampuan istimewa yang dimiliki drone pembunuh itu membuatnya dihargai 16 juta dolar AS atau setara Rp225 miliar per unit. Mahalnya harga itu tentu saja menguntungkan Neal Blue, CEO General Atomics yang tak lain produsen MQ-9 Reaper.
General Atomics adalah salah satu kontraktor persenjataan utama Departemen Pertahanan AS. Hal tersebut membuat Blue untuk pertama kalinya masuk dalam lis Forbes 400 setelah tercatat memiliki kekayaan Rp57 triliun. Blue menggenggam 80 persen saham General Atomics. Sementara 20 persen saham sisanya dimiliki oleh kakaknya, Linden.
Drone MQ-9 Reaper pertama kali mengudara 25 tahun lalu saat mendapat misi memata-matai pasukan Serbia pada era Presiden Bill Clinton. Drone ini kemudian ditugaskan untuk misi AS di Afghanistan pasca 9/11. Sejak saat itu, drone itu rutin digunakan militer AS di berbagai medan perang seperti Irak, Pakistan, Somalia, dan Yaman.