Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IKN Dapat Dana Hibah Rp41,96 Miliar dari AS untuk Bangun Infrastruktur Smart City
Advertisement . Scroll to see content

Dubes Swiss Kunjungi Kawasan IKN Nusantara, Ada Apa?

Kamis, 09 Februari 2023 - 11:12:00 WIB
Dubes Swiss Kunjungi Kawasan IKN Nusantara, Ada Apa?
Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, saat menerima kunjungan Duta Besar Swiss, Olivier Zehnder, dan Head of Asia Pacific Kementerian Luar Negeri Swiss, Heinrich Schallenberg. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Republik Indonesia, Olivier Zehnder, dan Head of Asia Pacific Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Swiss, Heinrich Schallenberg, mengunjungi kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Dalam kunjungan tersebut, 2 utusan pemerintah Swiss bertemu dengan Kepala Badan Otorita IKN, Bambang Susantono, di kantor Otorita IKN yang berada di area hunian pekerja konstruksi IKN Nusantara, Kalimantan Timur. 

Kedatangan Dubes Swiss beserta rombongan ke IKN Nusantara didampingi oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Indonesia Umar Hadi. Menurut dia, Dubes Swiss dan Head of Asia Pacific Kemenlu Swiss memilih langsung mendatangi lokasi untuk melihat progres pembangunan IKN Nusantara. 

“Pemerintah Swiss merupakan mitra baik kami, mereka juga ingin melihat kerja sama apa yang bisa dilakukan terkait pembangunan IKN Nusantara,” kata Umar Hadi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (9/2/2023).

Kepala Badan Otorita IKN, menyambut baik kunjungan Olivier Zehnder, dan Heinrich Schallenberg. Dia menjelaskan, posisi IKN nantinya akan menjadi pendorong ekonomi dua kota besar terdekat yakni Balikpapan dan Samarinda. 

Menurut Bambang, dari pembangunan IKN di Kalimantan Timur ini pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan naik dan pada 2045 Indonesia akan menjadi negara dengan penduduk yang memiliki penghasilan tinggi (high income countries). 

“Jadi seperti segitiga ekonomi, Nusantara akan berkembang bersama dua kota tersebut,” ujar Bambang. 

Dia mengungkapkan, ada 9 penggerak ekonomi Nusantara, di antaranya kawasan inti pemerintahan (6,671 ha), Pusat Ekonomi dan Finansial (IKN Barat - 17,206 ha), Kawasan Energi Baru Terbarukan (IKN Selatan - 6,753 ha), Kawasan Wisata (IKN Timur - 9,671 ha, Kawasan Pendidikan (IKN Utara - 12,607 ha), Pusat Penelitian dan Inovasi (IKN Timur - 3,720 ha).

Bambang menjelaskan, IKN Nusantara dibangun dengan konsep Forest City. Ini merupakan langkah Indonesia untuk melakukan mitigasi perubahan iklim. Sebesar 65 persen wilayah IKN Nusantara akan menjadi hutan tropis melalalui reforestasi, sebesar 10 persen menjadi area taman dan produksi pangan dan 25 persen untuk area kota. 

“Tujuannya Nusantara akan menjadi carbon-neutral city pada 2045,” tutur Bambang.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut