Duh, Garuda Indonesia Ternyata Berutang ke Traveloka Hingga Ratusan Miliar

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 03 Desember 2021 - 15:44:00 WIB
 Duh, Garuda Indonesia Ternyata Berutang ke Traveloka Hingga Ratusan Miliar
Kantor Garuda Indonesia. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ternyata tak hanya berutang ke lessor, tetapi juga ke perusahaan penyediaan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel, Traveloka

Mantan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha, membeberkan utang Garuda Indonesia ke Traveloka bahkan mencapai ratusan miliar dan belum dilunasi saat dirinya masih menjabat sebagai komisaris di BUMN Penerbangan tersebut. 

Saat ditemui di kawasan DPR RI, Peter Gontha enggan merinci lebih jauh jumlah utang Garuda Indonesia ke Traveloka. Yang pasti untuk melunasi utang perusahaan, lanjutnya, manajemen Garuda Indonesia memutuskan  pendapatan atas penjualan tiket pesawat Garuda melalui platform Traveloka menjadi hak milik perusahaan penyediaan layanan tersebut. 

"Jadi tiketnya sudah dipajang, jadi ke depan kalau tiket dibayar lewat Traveloka, uangnya bukan buat Garuda, tapi langsung buat Traveloka. Utangnya bukan Rp10-Rp20 miliar, ratusan miliar, tapi mungkin sudah diselesaikan," ujar Peter Gontha, dikutip Jumat (3/12/2021). 

Peter mengaku berkeberatan atas pinjaman yang dilakukan manajemen maskapai penerbangan pelat merah kepada pihak Traveloka. Lantaran, perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka pinjaman pun dilakukan. 

"Jadi selama ini Garuda ini tidak punya uang. Selama bulan-bulan terakhir ini dan saya sangat berkeberatan mereka pinjam uang dari Traveloka," kata Peter Gontha. 

Secara agregat, utang Garuda Indonesia mencapai 9,8 niliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp139 triliun. Adapun rinciannya, utang kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat sebesar 6.351 juta dolar As atau setara Rp90,2 triliun

Kemudian, komposisi utang terbesar kedua adalah bank yakni 967 juta dolar AS atau setara Rp13,8 triliun. Adapun persentasenya mencapai 10 persen dari total utang. 

Kemudian, OWK, Sukuk, KIK EBA sebesar 630 juta dolar AS atau setara Rp9 triliun. Lalu, utang vendor BUMN sebesar 595 juta dolar As atau setara Rp8,4 triliun, dengan persentase 6 persen dari total utang. 

Lalu, utang vendor swasta dengan nilai 17 juta dolar As atau Rp4,5 triliun. Adapun persentasenya mencapai 3 persen dari komponen utang perusahaan. Selanjutnya, liabilitas lainnya senilai USD 751 juta dolar As atau Rp10,7 triliun, dengan persentase 8 persen dari total utang.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: