Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Sebut Ada yang Bilang RI bakal Kolaps gegara Rupiah Keok: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar
Advertisement . Scroll to see content

Duh! Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional, Ini Buktinya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:21:00 WIB
Duh! Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional, Ini Buktinya
Industri manufaktur nasional semakin tertekan imbas pelemahan rupiah. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tren pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini memberi tekanan besar bagi sektor manufaktur. Ketergantungan tinggi pada bahan baku hingga barang modal impor membuat ongkos produksi pabrikan meningkat drastis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kondisi tersebut tidak hanya disebabkan oleh selisih kurs semata. Rantai pasok dunia yang terganggu sejak meletusnya perang pada bulan Februari lalu telah mengerek biaya logistik, asuransi, hingga harga komoditas penolong seperti plastik dan energi, yang pada akhirnya membebani operasional industri.

Tekanan berat yang menimpa sektor ini tercermin pada laju Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia. Indikator aktivitas pabrik tersebut terus merosot dan puncaknya berbalik mengalami kontraksi pada bulan April lalu.

Situasi pelik ini memaksa pabrikan memutar otak karena mereka tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual produk di pasaran. Daya beli masyarakat yang sedang merosot akibat inflasi membuat konsumen sangat sensitif terhadap perubahan harga.

"Jadi, pelemahan nilai tukar ini pada dasarnya memperumit kondisi industri pada saat sekarang. Yang artinya dari sisi langkah kebijakan, stabilitas nilai tukar itu memang sangat krusial untuk bisa meredam dampak eksternal terhadap ekonomi domestik," kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal kepada iNews.id, Sabtu (16/5/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut