Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS Hari Ini
Advertisement . Scroll to see content

Duh! Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional, Ini Buktinya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:21:00 WIB
Duh! Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional, Ini Buktinya
Industri manufaktur nasional semakin tertekan imbas pelemahan rupiah. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

Jika dibiarkan tanpa intervensi perlindungan, tren pelemahan ini berisiko memicu gelombang penutupan pabrik. Pasalnya, kondisi setiap subsektor di dalam industri manufaktur berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.

Oleh karena itu, pemerintah diminta turun tangan dengan tidak menambah beban baru berupa pungutan pajak bagi sektor yang sedang terpuruk, seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kebijakan pemberian insentif yang selektif dan tepat sasaran dinilai bisa menjadi penyelamat bagi industri strategis penyerap banyak tenaga kerja.

"Kan industri manufaktur ini kita tidak bisa samakan semuanya, nasibnya ada yang masih bagus, ada yang sudah berdarah-darah. Jadi yang perlu dilakukan pemerintah memang perlu mengantisipasi mereka untuk tidak sampai bangkrut, kemudian memberhentikan karyawan," ujar Faisal.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani menekankan situasi pelemahan rupiah terhadapmu dolar AS layaknya external shock (guncangan eksternal) yang semakin membebani struktur ongkos produksi, kelancaran arus kas korporasi, sampai berdampak pada keputusan ekspansi bisnis.

Dalam pandangan Shinta, anjloknya performa mata uang Garuda ini secara otomatis mengerek beban biaya impor, terlebih mengingat tulang punggung industri nasional sejatinya masih sangat bersandar pada pasokan bahan baku dari negara lain. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut