Duh! Pelemahan Rupiah Tekan Industri Manufaktur Nasional, Ini Buktinya
Jika dibiarkan tanpa intervensi perlindungan, tren pelemahan ini berisiko memicu gelombang penutupan pabrik. Pasalnya, kondisi setiap subsektor di dalam industri manufaktur berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan.
KPK Ungkap 3 Perusahaan Setor Uang Miliaran Rupiah ke Pejabat Kemnaker untuk Urus Sertifikat K3
Oleh karena itu, pemerintah diminta turun tangan dengan tidak menambah beban baru berupa pungutan pajak bagi sektor yang sedang terpuruk, seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Kebijakan pemberian insentif yang selektif dan tepat sasaran dinilai bisa menjadi penyelamat bagi industri strategis penyerap banyak tenaga kerja.
"Kan industri manufaktur ini kita tidak bisa samakan semuanya, nasibnya ada yang masih bagus, ada yang sudah berdarah-darah. Jadi yang perlu dilakukan pemerintah memang perlu mengantisipasi mereka untuk tidak sampai bangkrut, kemudian memberhentikan karyawan," ujar Faisal.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W Kamdani menekankan situasi pelemahan rupiah terhadapmu dolar AS layaknya external shock (guncangan eksternal) yang semakin membebani struktur ongkos produksi, kelancaran arus kas korporasi, sampai berdampak pada keputusan ekspansi bisnis.
Dalam pandangan Shinta, anjloknya performa mata uang Garuda ini secara otomatis mengerek beban biaya impor, terlebih mengingat tulang punggung industri nasional sejatinya masih sangat bersandar pada pasokan bahan baku dari negara lain.