Dukung Ketahanan Energi Nasional Pertamina-Toyota Perkuat Kolaborasi
Menurut Hana, pengembangan bahan bakar perlu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan. Dengan demikian, bahan bakar yang diproduksi Pertamina dapat memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat maupun industri otomotif pada masa mendatang.
“Jadi, masing-masing punya manfaat terkait bagaimana bahan bakar dan teknologi bahan bakar ke depannya, serta bagaimana teknologi otomotif berkembang. Harapannya, keduanya bisa saling berjalan dan bersinergi untuk membangun ekosistem transportasi, terutama transportasi darat,” jelas Hana.
Selain pengembangan bahan bakar, pemanfaatan energi alternatif juga menjadi salah satu pembahasan dalam kerja sama tersebut. Hana mengatakan, pengembangan energi alternatif membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kesiapan pasokan, infrastruktur, hingga model bisnis.
Dia mencontohkan teknologi kendaraan berbasis hidrogen yang sudah dikembangkan, tetapi pemanfaatannya secara luas masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kesiapan infrastruktur dan harga bahan bakar.
“Salah satu tantangan pengembangan energi alternatif adalah membangun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut digunakan secara luas dan memiliki nilai keekonomian. Teknologi kendaraan berbasis hidrogen, misalnya, sudah dikembangkan, tetapi pemanfaatannya masih memerlukan kesiapan pasokan, infrastruktur, serta model bisnis yang mendukung komersialisasi,” tambah Hana.