Edy Mulyadi Sebut IKN Baru Tempat Jin Buang Anak, Kepala BKPM: Realisasi Investasi di Kaltim Masuk 5 Besar

Rina Anggraeni ยท Senin, 31 Januari 2022 - 20:11:00 WIB
Edy Mulyadi Sebut IKN Baru Tempat Jin Buang Anak, Kepala BKPM: Realisasi Investasi di Kaltim Masuk 5 Besar
Menteri Investasi yang juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara tentang keraguan sejumlah kalangan mengenai Ibu Kota Negara (IKN) baru yang berlokasi di Kalimantan Timur (Kaltim). 

Dia membantah pernyataan YouTuber Edy Mulyadi, yang menyebut pemindahan IKN ke Kaltim sama dengan memindahkan ibu kota ke tempat jin buang anak. Pasalnya, sejak ditetapkan sebagai lokasi baru IKN, Kaltim menjadi incaran investor. 

Hal itu, lanjutnya, terlihat dari realisasi investasi di Kaltim yang terus menunjukkan peningkatan. Pada kuartal IV 2021, realisasi investasi di Kaltim mencapai Rp 16,4 triliun atau tumbuh 6,8 persen. 

Menurut Bahlil, dengan pencapaian tersebut, Kaltim masuk peringkat 5 besar daerah yang menjadi incaran investor dan realisasi investasinya tertinggi di Indonesia.  

"Jadi Kalimantan Timur itu masuk 5 besar. Kalau ada pandangan Kalimantan Timur itu tempat yang mohon maaf seperti Bapak/Ibu baca di media (tempat jin buang anak), bukan saya yang ngomong, itu sama sekali enggak benar. Tujuan investasi yang mau masuk ke sana gede banget, jadi ke depan akan tambah paten," kata Bahlil, di Jakarta, Senin (31/7/2022).

Dia menjelaskan, realisasi investasi di Kaltim sebagai lokasi IKN baru berada di urutan keempat terbanyak pada triwulan IV 2021. Posisi itu bersaing dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).

"Dari sini terlihat bahwa posisi investasi sudah merata tidak hanya di pulau Jawa saja," ujar Bahlil.

Dia mengklaim banyak investor yang mengincar lokasi ibu kota baru tersebut. Hal ini sekaligus membantah pernyatan YouTuber Edy Mulyadi yang menolak IKN baru dipindahkan ke Kaltim. 

Seprti diketahui, Edy Mulyadi berpendapat biaya pembangunan IKN akan bermasalah dan berpotensi mangkrak. Dia bahkan menyebut lokasi IKN baru adalah tempat jin buang anak.

"Kita ini punya tempat bagus mahal di Jakarta, tiba-tiba kita jual kita pindah tempat ke tempat jin buang anak. Kalimatnya kurang-lebih gitu. Padahal sama sekali enggak benar," kata Bahlil, menirukan ucapan Edy Mulyadi.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda