Ekonomi Minus 16,5 Persen, Filipina Masuk Jurang Resesi

Djairan ยท Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:31 WIB
Ekonomi Minus 16,5 Persen, Filipina Masuk Jurang Resesi

Filipina masuk dalam jurang resesi setelah pertumbuhan kuartal I minus 0,7 persen dan kuartal II minus 16,5 persen. (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Otoritas Statistik Filipina mengumumkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut minus 16,5 persen pada kuartal II 2020. Menyusul pertumbuhan di kuartal I yang minus 0,7 persen, membuat Filipina masuk jurang resesi.

Penyusutan produk domestik bruto (PDB) secara tahunan (year-on-year/yoy) tersebut menjadi resesi pertama kalinya bagi Filipina dalam hampir tiga dekade. Hal itu disebabkan aktivitas ekonomi yang amat terpukul kebijakan lockdown yang menjadi salah satu terlama dan paling ketat di dunia.

Meski sempat dilonggarkan dengan meningkatnya kembali angka infeksi Covid-19 di Filipina, ibu kota Manila kembali membatasi wilayahnya untuk kedua kalinya mulai Selasa lalu.

“Ekonomi Filipina jatuh ke dalam resesi dengan kehancuran PDB di kuartal II, yang menunjukkan dampak destruktif dari kebijakan lockdown terhadap ekonomi negara yang bergantung pada nilai konsumsi itu,” ujar ekonom senior ING Nicholas Antonio Mapa dikutip dari Reuters, Kamis (6/8/2020).

Sementara itu, jumlah pengangguran yang semakin meningkat yang diperkirakan akan terus naik dalam beberapa bulan mendatang, membuat pemulihan pada perilaku konsumsi masyarakat memakan waktu lebih lama. Terlebih banyak pusat bisnis yang terpaksa ditutup.

Namun, dengan inflasi yang diperkirakan akan tetap terkendali sepanjang tahun, Bank Sentral Filipina memiliki ruang untuk pelonggaran kebijakan lebih lanjut jika diperlukan. Sejauh ini bank sentral setempat telah memangkas suku bunga acuan ke rekor terendah 2,25 persen.

Editor : Dani Dahwilani