Ekspor Mobil Indonesia Terancam Diambil Alih Thailand dan Vietnam

Riyandy Aristyo ยท Selasa, 19 Mei 2020 - 12:37 WIB
Ekspor Mobil Indonesia Terancam Diambil Alih Thailand dan Vietnam

Indonesia belum bisa mengendalikan pandemi virus corona, Gaikindo khawatir ekspor mobil terancam direbut Thailand dan Vietnam. (Foto: Dok/TMMIN)

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) khawatir jatah ekspor mobil Indonesia diambil alih negara. Ini lantaran Indonesia belum bisa mengendalikan pandemi virus corona ketimbang Thailand dan Vietnam.

"Kondisi otomotif di Indonesia saat ini susah, dalam arti tidak bisa memproduksi, khawatir porsi ekspornya diambil oleh negara-negara lain," ujar Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, dalam konferensi virtual, baru-baru ini.

Nangoi mengungkapkan, kasus positif corona di Thailand sudah menunjukkan angka 0 dan kebijakan penguncian (lockdown) sudah mulai dilonggarkan. Artinya, industri otomotif Negeri Gajah Putih ini sudah siap bangkit.

Tak hanya Thailand, Vietnam juga dikabarkan sudah bebas dari virus corona, dengan catatan 288 kasus positif dan 0 kematian. Kondisi seperti itu, roda industri otomotif Vietnam bisa bergerak lagi.

"Kondisi Thailand dan Vietnam lebih baik dari Indonesia terkait pengendalian virus corona. Jangan sampai mereka mengambil jatah ekspor mobil dari Indonesia lantaran industri otomotif kedua negara tersebut mulai stabil," katanya.

Seperti diketahui, Gaikindo memprediksi ekspor mobil Indonesia pada 2020, turun hingga 50 persen akibat virus corona. Target ekspor mobil yang awalnya sebesar 350 ribu-450 ribu unit, harus direvisi menjadi 175 ribu hingga 200 ribu unit.

"Kita terus bekerja keras dengan pemerintah untuk memberikan stimulus, sehingga saat pandemi virus corona berakhir di Indonesia industri otomotif Indonesia bisa terus tumbuh," ujar Nangoi.

Sebagai informasi, Gaikindo sudah mengajukan tiga stimulus kepada Kementerian Perindustrian, yakni relaksasi pajak, kemudahan proses importasi dan optimalisasi kapasitas produksi yang sudah tersedia.

Editor : Dani Dahwilani