Elon Musk Sindir Presiden Biden Setelah SpaceX Selesaikan Misi Bersejarah ke Luar Angkasa

Jeanny Aipassa ยท Selasa, 21 September 2021 - 07:17:00 WIB
 Elon Musk Sindir Presiden Biden Setelah SpaceX Selesaikan Misi Bersejarah ke Luar Angkasa
CEO Tesla dan pendiri SpaceX, Elon Musk. (Foto: dok iNews)

NEW YORK, iNews.id - CEO Tesla, Elon Musk, menyindir Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, karena tak memberikan komentar tentang misi bersejarah SpaceX, yang untuk pertama kalinya mengorbit selama tiga hari di luar angkasa

Sindiran Elon Musk itu, disampaikannya melalui cuitan di Twitter. Salah satu dari 60 juta pengikut Musk di platform Twitter bertanya kepadanya, “Presiden Amerika Serikat bahkan menolak untuk mengakui 4 astronot Amerika terbaru yang membantu mengumpulkan ratusan juta dolar untuk St. Petersburg. Yudas. Apa teori Anda mengenai hal itu?”

Elon Musk yang merupakan pendiri SpaceX itu, menjawab cuitan tersebut dengan komentar pendek namun menyindir Joe Biden, "Dia masih tidur."

Pada Sabtu (18/9/2021), pesawat Crew Dragon milik SpaceX yang membawa empat anggota misi Inspiration4 kembali ke Bumi setelah tiga hari mengorbit di luar angkasa.

Salah satu tujuan utama dari misi Inspiration4 adalah mengumpulkan 200 juta dolar AS untuk St. Petersburg, Rumah Sakit Penelitian Anak Jude. 

Hingga Sabtu (18/9/2021), misi tersebut telah mengumpulkan sekitar 160,2 juta dolar. Merayakan kesuksesan misi Inspiration4, Elon Musk berjanji untuk menyumbang 50 juta dolar AS secara pribadi. Dengan demikian, dana yang terkumpul untuk St. Petersburg menjadi 210 juta dolar AA.

Pejabat tinggi NASA telah memberi selamat kepada Elon Musk dan SpaceX atas misi Inspiration4. Pesaing SpaceX juga mengakuinya, antara lain dari Blue Origin, perusahaan pesawat luar angkasa milik Jeff Bezos yang merupakan rekan dan saingan Elon Musk. 

Ini menandai penerbangan luar angkasa SpaceX pribadi pertama, dengan kru non-profesional. Selain itu, misi tersebut melibatkan wanita kulit hitam pertama yang menjadi pilot pesawat ruang angkasa, orang Amerika termuda yang menjadi astronot hingga saat ini, dan orang pertama yang terbang di luar angkasa dengan kaki palsu.

SpaceX umumnya memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah federal. perusahaan itu telah memenangkan kontrak senilai 2,89 miliar dolar AS untuk membangun pendarat bulan berawak NASA berikutnya, mengalahkan anak perusahaan Jeff Bezos Blue Origin dan Leidos Dynetics. SpaceX telah menerbangkan 10 astronot ke ISS untuk NASA hingga saat ini.

Namun, SpaceX juga sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman setelah tuduhan bahwa mereka mendiskriminasi pelamar kerja berdasarkan status kewarganegaraan. Penyelidikan yang dimulai selama pemerintahan Trump.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: