Empat Proyek Infrastruktur di Kaltara Diprioritaskan

Antara ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 09:15 WIB
Empat Proyek Infrastruktur di Kaltara Diprioritaskan

Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie. (Foto: Ant)

TARAKAN, iNews.id - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) memprioritaskan empat proyek infrastruktur untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap ekonomi. Keempat proyek tersebut dinilai sangat strategis dan membuka banyak lapangan pekerjaan.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, empat proyek tersebut dipilih dari 11 proyek yang selama ini digaungkan pemprov.

"Ada empat yang benar-benar strategis dan patut direalisasikan guna mengatasi dampak perekonomian pasca-COVID-19 melanda," kata Irianto, di Tanjung Selor, Senin (22/6/2020).

Keempat proyek itu yakni Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi. Lalu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan memaksimalkan potensi sungai di Kaltara. Selanjutnya, Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, dan pembangunan Food and Rice Estate.

"Empat proyek prioritas ini akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara, sehingga ketergantungan terhadap sektor primer akan berkurang," katanya.

KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, menurut Irianto, sesuai data Bappeda Litbang Kaltara sudah diterbitkan izin lokasi bagi empat investor. Total nilai investasi sekitar 22,8 miliar dolar AS.

"KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi atau KIPI Kaltara masuk dalam kawasan strategis provinsi dan kawasan strategis nasional yang ditetapkan melalui Perpres No. 56/2018," ujarnya.

Luas areal kawasan peruntukkan industri di KIPI Kaltara sekitar 10.150 hektare. Saat terealisasi, KIPI Kaltara akan menyerap sekitar 60.000 tenaga kerja.

"Saya optimistis KIPI Kaltara akan terealisasi dengan baik karena posisinya strategis, yakni berada di jalur ALKI II," ucapnya.

Untuk PLTA, salah satu yang paling dikejar realisasinya adalah PLTA Sei Kayan. Pembangunan PLTA ini juga masuk ke dalam proyek strategis nasional sesuai Perpres No. 56/2018.

Progresnya saat ini, sesuai data Bappeda-Litbang Kaltara berada pada tahap penerbitan izin bendungan. Adapun nilai investasinya 17,8 miliar dolar AS.

"Pembangunan PLTA Kayan tahap I akan dilakukan oleh PT Kayan Hydro Energy," katanya.

Proyek prioritas ketiga adalah KBM Tanjung Selor. Proyek ini merupakan satu dari sepuluh pengembangan perkotaan prioritas nasional. KBM Tanjung Selor memiliki konsep pengembangan green city dan smart city. Apalagi, Presiden Jokowi sudah mengeluarkan Inpres No. 9/2018 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor.

Untuk progresnya, saat ini sekitar 763 hektare lahan telah dibebaskan dengan peruntukan sebagai pusat pemerintahan. Sekitar 2.079 hektare lagi untuk fasilitas pendukung.

"KBM Tanjung Selor dalam perencanaannya akan direalisasikan mulai 2019 hingga 2023," katanya lagi.

Sumber perekonomian andalan keempat adalah Food and Rice Estate. Rencana ini merupakan upaya dalam pengembangan pertanian di Kaltara sebagai penyangga kemandirian pangan ibu kota negara baru.

"Ada tiga kabupaten di Kaltara yang bakal menjadi penyangga kemandirian pangan ibu kota negara baru, yakni Bulungan, Malinau, dan Nunukan," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah